Tampilkan postingan dengan label motherhood. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motherhood. Tampilkan semua postingan
Tidak Percaya Tuhan




Ketika Kamu Tidak Percaya Tuhan, apa yang akan kamu lakukan? marah lantas meninggalkan sholat? mengapa kamu sampai tidak percaya Tuhan? Tidak percaya Tuhan atau marah pada Tuhan?

Saya tahu, gelombang kehidupan bisa begitu dahsyatnya. Keterpurukan tidak hanya akan dialami satu atau dua kali. Bisa jadi berkali - kali. Adalah hal yang sangat manusiawi ketika pada akhirnya kita mempertanyakan keberadaan Tuhan, Allah SWT.
Benarkah Allah itu ada? bukan hanya isapan jempol semata? atau ciptaan seorang manusia yang putus asa? bukti ilmiah nya apa? apa yang membuktikan Allah itu ada? Lantas jika memang Allah ada, mengapa hidup saya selalu terpuruk? ini tidak adil! saya marah!
itulah pertanyaan yang sering saya rasakan ketika terpuruk. Rupa-rupanya hasil mengaji dan mengeruk ilmu agama sejak usia belia tidak mampu menopang tiang keimanan saya. Bahkan ujian yang berkali - kali datang menghampiri saya sejak kecil tidak lantas membuat iman saya semakin kuat. Bahkan di usia saya saat ini.

Menumbuhkan kembali rasa percaya sama sulitnya dengan mengembalikan kepercayaan saat kita dikhianati teman atau pacar yang selingkuh. Terlebih jika kita disakiti teramat sangat.

Lantas yang teringat ucapan sahabat saya semata wayang,
Iman itu perlu di pupuk. Solat perlu dipaksakan dan mulailah dengan membaca satu ayat saja dari Al Quran. Paksakan! 
Lalu ketika iman saya terlempar jauh, saya coba melakukannya. Hasilnya memang bukan solusi dari permasalahan yang saya dapat, tapi ketenangan hati. Melalui ketenangan hati inilah maka saya dapat mencari solusi dari permasalahan saya.

Random gak sih? jadi, saya sedang mengalami beberapa permasalahan yang dirasa cukup berat. Pertemanan yang tidak sehat, usaha yang mandek dan proyek yang berkali-kali memperlihatkan titik terang tiba-tiba sirna begitu saja tanpa progress sama sekali. Dalam keadaan hati bimbang saya bekerja dalam keadaan tidak fokus. Akibatnya, satu proyek yang sedang saya kerjakan hampir lepas dari tangan saya sepenuhnya.

Tapi Allah masih menyelamatkan saya bahkan dalam situasi saya “marah” pada Allah. Masih dalam ibadah yang dipaksakan, saya berdoa memohon agar proyek saya tidak lepas begitu saja. Alhamdulillah, pimpro berusaha menyelamatkan saya dari kesalahan yang saya buat karena tidak fokus. Dan saya masih mendapatkan fee walau hanya setengahnya. Itu saja sudah cukup bagi saya membayar tagihan - tagihan.

Kemudian saya tersadar, Allah sama sekali tidak membutuhkan manusia. Tetapi kita manusia yang membutuhkan Allah. Bagaimana iman saya bisa bertambah kuat jika sholat saja selalu di akhir waktu, tadarus jarang dan tahajud hanya dikerjakan saat kepepet?

Bagaimana iman bisa terus tumbuh jika ruh jarang diberi makan nasihat dan tausiah. Hati tak pernah diperdengarkan lantunan ayat Al Quran dan mulut langka berdzikir?

Bagaimana Allah akan masuk dan menetap dalam hati? dalam keadaan masih bingung saya membuka terjemahan dan tidak sengaja menemukan ayat ini,

Katakan lah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembali lah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah diri lah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat di tolong (lagi). (QS. Az Zumar {39} : 53-54).

 dan ayat ini

Wahai anak Adam selama engkau masih berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni engkau apa pun yang datang darimu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam walaupun dosa-dosamu mencapai batas langit kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, Aku akan ampuni engkau dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan sepenuh bumi dosa dan engkau tidak menyekutukan-Ku, maka Aku akan menemuimu dengan sepenuh itu pula ampunan. (HR. At-Tirmidzi no.3540)

La Tahzan, La Tahzan. Jangan bersedih. Dalam situasi apapun, Allah selalu ada di sisimu dan menemanimu. Sapalah hati agar lebih dekat Dengan-Nya.

Bukan perkara kamu tidak percaya Tuhan, tapi kamu marah pada Tuhan. Layak kah kamu marah pada DZAT maha kuasa memberikan segalanya saat kamu meminta? Mintalah, mintalah dan mintalah. Saat kamu sakit lalu berserah diri dan Allah sembuhkan dengan caraNya, masih ingat kan?

Manusia memang egois, kamu egois dan aku egois. Hanya berlari pada Allah saat terjatuh dan lupa saat mendapat apa yang diinginkan. Kembalilah padaNya segera, saat ini juga sekarang juga,

Ambil air wudhu dan bertobatlah, Mulai lah dengan hari yang baru. Hari yang selalu ada Allah dalam hati dan pikiranmu.






quote-motivasi-diri


Disepanjang perjalanan saya menggapai impian dan karir, ada satu quote yang selalu saya pegang dan saya gunakan sebagai senjata ampuh ketika saya berada dalam kondisi down.

“ Kamu boleh menyerah kapan saja, tapi tidak sekarang”

Quote ini berhasil membuat saya bertahan dan bangkit lalu melanjutkan usaha saya untuk meraih apa yang ingin saya lakukan.

Perjalanan Menemukan Impian


Menurut hukum Law Of Attractions, masa depan seseorang itu dibentuk oleh persepsi dan konsep terhadap diri sendiri. Jika kita menanamkan sugesti pikiran yang baik maka outputnya pun akan baik. Konsep diri atau sugesti ini bisa disebut juga cita - cita. Tidak salah memang, karena faktanya banyak orang yang sukses dan berhasil dikarenakan mengikuti keinginan atau cita-citanya sejak kecil.

Tetapi, tidak sedikit pula orang yang memegang teguh pada cita- cita sejak kecil tidak berhasil di bidang yang dia cita-citakan. Persoalannya bukan terletak pada fokus atau tidak fokus, tapi kepada takdir. Sebagai umat yang beragama, tentu kita tidak boleh tiba-tiba amnesia terhadap hal yang satu ini.

Ketika apa yang kita usahakan dengan segenap kekuatan dan pengorbanan yang tidak mudah pada akhirnya tidak berhasil, maka menerima ketentuan Allah adalah suatu keharusan. Seperti cerita perjalanan saya dalam mewujudkan cita-cita yang sudah saya ukir sejak saya kecil.

Saya percaya, setiap orang memiliki cita-cita. Menjadi Dokter, Guru, Pelukis, Penyanyi, Pengusaha dan lain sebagainya. Saya juga demikian. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah bercita-cita menjadi Pelukis, Ilmuwan atau Arsitek. Sebuah cita-cita yang saat itu saya anggap hanya sebatas keinginan saja, belum mendarah daging di dalam hati dan pikiran saya.

Mengapa? karena saat itu saya masih belum paham menjadi pelukis itu seperti apa dan bagaimana. Apalagi menjadi Arsitek dan ilmuwan. Saya memilih cita-cita menjadi Arsitek dan Ilmuwan dikarenakan cerita menarik dari ayah saya tentang profesi ini. Juga kegemaran saya membaca buku ensiklopedia untuk anak dan remaja dan para penemu hebat.

Meski tidak paham, kenyataannya apapun yang saya suka dan lakukan sebagai hobi memang tidak jauh dari dunia seni lukis , arsitektur dan ilmu pengetahuan. Saya senang menggambar sejak kecil dan kebetulan saya juga senang menggambar rumah. Hobi yang berlanjut hingga saya remaja. Bahkan ketika SMP saya pernah membuat kelompok ilmiah remaja.

Memilih Sekolah Teknik Menengah


Setelah lulus SMP, kecintaan saya terhadap ilmu pengetahuan menjadi bahan pertimbangan saya dalam menentukan jenjang pendidikan sekolah menengah atas selanjutnya. Bisa dibilang, saya Termasuk siswa yang anti mainstream dan tidak ingin seperti teman - teman saya yang lain yang memiliki ke SMA Umum, saya memilih melanjutkan ke Sekolah Teknik Menengah atau STM.

Sedikitnya informasi mengenai berbagai jurusan STM membuat saya melanjutkan sekolah tingkat atas ke STM Kimia jurusan Kimia Industri yang sekarang berganti nama menjadi SMKN 7. Memang agak menyimpang dari cita-cita saya menjadi Arsitek, tapi sedikit lebih dekat dengan cita-cita saya menjadi Ilmuwan.

Laboratorium menjadi arena bermain saya selama tiga tahun lamanya. Rasanya tentu senang luar biasa karena “bermain” praktikum kimia, mulai dari Kimia Dasar hingga Kimia Analisa dan Biokimia.

Gagal Masuk ITB dan Polban

Ketika teman-teman STM saya sibuk melamar pekerjaan setelah lulus sekolah, saya sibuk mencari dan memilih Universitas. Ya, alhamdulillah saya termasuk yang beruntung dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Universitas.

Lupa akan cita-cita saya menjadi arsitek, saya memilih kampus dengan jurusan yang sejalan dengan pendidikan saya di STM yaitu Kimia Industri. Saya pun mengikuti UMPTN dengan pilihan Fakultas Teknologi Industri jurusan Teknik Kimia ITB dan Program Diploma Jurusan Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (UNPAD) sebagai pilihan kedua.

Lalu berhasil kah saya? tidak, tapi saya lulus di UNPAD. Tentu saya kecewa dan bingung walau saya lulus di UNPAD. Karena, satu-satu nya pilihan saya agar bisa melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri yang sesuai dengan apa yang saya pelajari selama di STM hanya di ITB. Saya tidak putus asa, akhirnya saya mencoba mengikuti Ujian di Perguruan Tinggi Swasta yang memiliki jurusan Teknik Kimia di Politeknik Bandung ( POLBAN ).

Lalu berhasilkah saya? tidak. Saya kembali kecewa dan bersedih hati. Akhirnya daripada saya tidak melanjutkan kuliah, saya menerima melanjutkan kuliah di UNPAD. Setidaknya saya tidak terlalu kecewa, karena pertanian juga merupakan bidang ilmu yang cukup saya sukai.

Gagal Melanjutkan Jenjang Strata 1 dan Bekerja


Setelah saya lulus Diploma, saya berniat untuk kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang S1. Masih memilih Fakultas Pertanian, saya berpikir untuk melanjutkan pendidikan dengan jurusan yang berbeda, yaitu Agroteknologi. Saya rindu kembali “bermain” dengan laboratorium dan ingin mempelajari teknologi pertanian lebih lanjut setelah sebelumnya kenyang mempelajari manajemen bisnis pertanian selama tiga tahun.

Lalu berhasilkah saya? tidak. Saya gagal bahkan sebelum mencoba. Ini yang dinamakan takdir. Ketika Ayah saya menyetujui rencana pendidikan saya, Allah memberikan saya ujian yang cukup berat. Ujian yang membuat saya tidak dapat melanjutkan pendidikan, yaitu tentu mengenai biaya pendidikan. Ayah tersandung kasus korupsi atasannya sehingga berimbas pada karir ayah di kantor. Hal ini akhirnya berdampak juga pada rencana saya melanjutkan kuliah.

Kegagalan berulang selama mewujudkan cita-cita membuat saya mengalami mental breakdown. Saya merasa hilang tujuan dan harapan. Saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan dan capai. Rasanya, semua cita-cita saya musnah dan terasa sulit untuk diwujudkan.

Tapi hidup harus terus berjalan bukan? kesedihan dan kekecewaan tidak akan membuat dunia ini berhenti berputar hanya untuk saya.

Bekerja Sebagai Pelayan Restoran

Akhirnya saya memutuskan untuk melamar pekerjaan. Selama satu tahun saya melamar ke berbagai perusahaan dengan beragam jenis posisi pekerjaan. Mulai dari supervisor lapangan, administrasi hingga waitress.

What? waitress? ya, pelayan restoran. Cukup getir memang, mengingat saya memiliki ijazah Diploma tetapi melamar pekerjaan yang hanya membutuhkan kualifikasi pendidikan setingkat SMA. Tetapi itulah pekerjaan yang akhirnya saya ambil karena semua lamaran pekerjaan saya tidak kunjung mendapat respon kecuali itu, menjadi pelayan restoran.

Tapi saya tidak menyesal. Karena banyak hal positif yang pada akhirnya dapat saya ambil selama bekerja sebagai pelayan restoran.

Selama tiga bulan pertama saya merasa babak belur, karena saya harus adaptasi dengan pekerjaan sebagai pelayan restoran. Pekerjaan ini membutuhkan tenaga luar biasa karena saya harus berdiri selama berjam-jam, menunggu konsumen datang, menawarkan menu, menyajikan menu hingga menyebar flyer.

Menangis dan seluruh badan terasa ngilu sepulang kerja menjadi makanan saya selama tiga bulan. Hingga akhirnya saya berkata pada diri sendiri, “ kamu boleh menyerah, tapi tidak sekarang!

Saya kembali semangat dan bangkit setelah adaptasi selama tiga bulan. Ada posisi di perusahaan yang ingin saya kejar, yaitu manajer cabang. Perusahaan akan membuka cabang baru dan Manajer area menawarkan saya posisi Manajer Cabang dengan syarat melihat performa saya satu bulan kedepan.

Tentu saya percaya diri, mengingat selama tiga bulan terakhir track record prestasi saya cukup bagus bahkan paling tinggi dalam hal meningkatkan jumlah penjualan. Saya rasa dengan bekal track record yang bagus dan ijazah Diploma dapat menjadi senjata ampuh saya untuk memperoleh jabatan tersebut.

Lagi - lagi saya harus kecewa, kejamnya dunia kerja saya rasakan juga. Posisi manajer cabang menjadi rebutan semua karyawan yang potensial, bukan hanya saya. Saingan saya bukan hanya sesama karyawan baru, tetapi juga karyawan senior yang sudah bertahun - tahun lamanya bekerja.

Gosip beredar yang mengatakan bahwa kerja saya tidak becus, tidak serius dan banyak “main-main” menghancurkan kesempatan saya memperoleh jabatan Manajer cabang. Saya sedih bukan main, siapa yang tega memfitnah saya? siapa yang menikung saya dengan cara tidak sehat? begini kejamnya kah dunia kerja?
Hilang sudah bara api semangat saya dalam bekerja. Apalagi yang ingin saya raih? tidak ada. Selama satu tahun lebih saya bekerja seperti zombie. Yang hanya bekerja karena kebutuhan finansial.

Minimarket Girls


Jenuh dengan situasi kerja yang tidak kondusif, saya mengundurkan diri dan melamar pekerjaan di Perusahaan Fashion Brand internasional. Alhamdulillah saya menjabat sebagai Chief atau kepala toko. Setelah dua tahun bekerja, saya memutuskan berhenti dan mencoba melamar ke perusahaan minimarket.

Selama bekerja di Minimarket ini saya belajar banyak tentang bagaimana menjadi Pemimpin dan bagaimana menangani karyawan yang “ngeyel”, mencuri hati karyawan agar mau bekerja dengan baik dan semangat , menangani tikus, menyusun barang agar tersusun rapi dan facing out ( yang akhirnya jadi kebiasaan saya sampai sekarang ), mengatur stok barang, manajemen keuangan minimarket, mempelajari SOP sampai berhadapan dengan preman.

Sama halnya dengan bekerja pertama kali di Restoran, selama bekerja di Minimarket ini juga mengalami konflik batik berkali - kali karena kelelahan dikejar deadline dan aturan perusahaan yang aduhai ketatnya. Terkadang ingin menyerah tapi kembali saya menyemangati diri sendiri dan berkali-kali saya berkata pada diri sendiri, “ kamu boleh menyerah kapan saja, tapi tidak sekarang”.

Dan ya, saya bertahan bekerja sampai hampir tiga tahun lamanya sebelum akhirnya menyerah karena saya merasa sudah cukup bekerja di bawah tekanan atasan dan rules yang kadang membuat saya merasa “gak waras”. Ditambah waktu itu kondisi psikologis saya agak terganggu karena suatu hal hingga akhirnya membuat saya tidak fokus dan banyak melakukan kesalahan termasuk melanggar peraturan. So, saya resign. Saya rasa saat itu adalah memang waktunya saya menyerah.

Gerbang Menuju Impian


Kosong dari pekerjaan selama satu bulan membuat saya kembali memikirkan jalan hidup saya dan apa yang ingin saya lakukan. Saya kembali merenungkan kembali impian saya dan berniat untuk mengejarnya. Saya memikirkan untuk kembali ke bangku kuliah, saya ingin mengambil kuliah desain tapi sayangnya tidak ada kelas karyawan.

Lamaran saya di perusahaan cat tembok berhasil diterima dan saya mulai bekerja. Promotion sales. yess. Saya kerja pakai motor setiap hari dan berkeliling mengunjungi toko material dan proyek bangunan. Saya menawarkan produk, mengumpulkan materi rewards dari pelanggan setia dan tentu saja memberikan edukasi tentang pengecatan.

Bekerja di perusahaan cat tembok ini membuka peluang saya untuk bertemu dengan orang - orang yang bekerja di dunia konstruksi yang secara tidak langsung menggiring saya menuju profesi impian saya sebagai Arsitek.

Saya belajar Sketchup 3D secara otodidak atas desakan salah satu klien cat tembok saya untuk membantunya dalam proyek yang sedang digarap. Hal ini akhirnya membuat saya semakin kuat ingin melanjutkan kuliah saya.

Dengan penuh keyakinan dan kesiapan, saya mendaftarkan diri di salah satu Universitas Swasta yang memiliki jurusan Pertanian di Bandung. Saya, berencana melanjutkan kuliah saya dari DII Unpad dulu untuk mencapai gelar S1 di Universitas yang baru. Tetapi ketika hendak memiliki jurusan, saya kembali memikirkan ulang, apakah saya yakin ingin mengambil lagi jurusan pertanian?

Setelah melihat flyer perkuliahan, saya melihat beberapa jurusan dan disanalah saya menemukan satu jurusan yang tanpa banyak berpikir akhirnya saya ambil. Arsitektur Lansekap.

Saya senang bukan main, cita-cita saya waktu kecil akhirnya dapat terwujud. Memang bukan Arsitek seperti yang saya bayangkan, tetapi menjadi Arsitek Lansekap juga dekat kok dengan impian saya. Merancang suatu kawasan dengan mempertimbangan unsur ekologis. Wah, ini sih gue banget coy!!! hihihi

Teman kuliah yang asyik, jam perkuliahan yang flexible dan bisa saya sesuaikan dengan pekerjaan saya juga dosen yang Masya Allah baik hati dan mendukung saya sepenuhnya. Ini sih udah bukan surga lagi, tapi super surga. Saya bersyukur sekali.

Tapi sayang seribu sayang, kali ini saya pun harus kembali ke pelukan quote favorite saya, “ kamu boleh menyerah kapanpun tapi tidak sekarang” dan saya terpaksa meninggalkan bangku perkuliahan yang hanya tinggal satu sidang terakhir sebelum akhirnya saya bisa menjadi Arsitek Lansekap seutuhnya.

Mengapa saya memutuskan berhenti? bukan keputusan mudah sebelumnya, tapi saya tidak punya pilihan karena berhubungan erat dengan masa depan anak saya yang pertama, Keenan. 


Menjadi Ibu dan menemukan Impian Baru

Setelah menjadi ibu, selama hampir 4 tahun lamanya saya tidak melakukan apapun yang berhubungan dengan impian saya. Peran baru saya ini mengharuskan saya fokus dengan anak dan suami.

Menggambar Pun hanya saya lakukan sebagai hobi melepas stress dan menjaga kewarasan. Ya, semua ibu pasti merasakan apa yang saya rasakan. Dibalik rasa bahagia dan bangga menjadi ibu, ada jutaan rasa lelah dan jenuh hingga terkadang ingin menyerah. Quote andalan saya tentu selalu saya pegang sebagai bara api semangat saya.

Tahun 2018, saya memutuskan untuk menulis semua pengalaman saya menjadi ibu kedalam sebuah blog. Ternyata ini berhasil membuat stress saya berkurang dan saya malah bertemu impian baru , yaitu menjadi Blogger.

Menjadi Blogger adalah impian diluar semua impian saya yang pernah saya miliki. Tidak pernah sekalipun saya bermimpi menjadi penulis apalagi mendapat penghasilan dari menulis. Tapi, disinilah saya sekarang.

Tapi saya bersyukur, semua impian saya menjadi ilmuwan, arsitek, ahli sejarah hingga seniman berkumpul menjadi satu dalam blog saya. Saya menulis topik-topik tersebut di dalam blog saya. Memang belum semuanya saya bahas, tapi secara perlahan saya menyusun konten dan menabung tema untuk saya bahas yang berkaitan dengan topik-topik profesi impian saya itu.

----------------------------------

Saya rasa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda, unik dan sama menariknya dengan saya. Selalu ada alasan dibalik semua keputusan dan pilihan. Terkadang kita tidak dapat melawan takdir tapi kita bisa berjalan berdampingan dengannya. Selama kita memang teguh prinsip dan quote yang kita miliki, kemanapun takdir membawa kita, kita pasti bisa melewati semuanya.






surat-untuk-diri-sendiri




Dear me,

Sejauh ini, kamu sudah melewati banyak hal hampir di seluruh hidupmu. Terlebih melewati amukan badai selama bertahun-tahun. Lantas kamu menjadi keras dan tangguh walau terkadang rapuh.

Tidak mudah menjadi dirimu. Berkali-kali mencoba memahami , mengerti lantas memaklumi. Pada akhirnya memang memaklumi, karena tidak ada pilihan lain. Hidup dalam kubangan penyesalan dan kekecewaan pun tidak ingin dilakukan. Satu-satunya jalan keluar adalah berusaha menjalani hidup senormal mungkin.

Menjadi seorang anak perempuan, anak pertama dan anak dengan toxic parents membuatmu sekuat baja tapi juga serapuh arang.

Lelahkah? jika lelah menangislah dan peluk erat dirimu.

Berkali-kali kamu jatuh dan jatuh, tapi kamu selalu bangkit. Walau harus berjalan terseok dengan menyeret paksa kaki agar mampu terus berjalan. Baik dulu maupun sekarang, kamu pun tetap seperti itu.

Marahkah? jika marah, sujud lah. Pinta padaNYA untuk meringankan sedikit beban di pundakmu dan rebahkan lelah hatimu, barang sebentar.

Kecewakah? jika kecewa, relakanlah. Walau masih bertahan dengan keraguan dan ketidaktahuan, tetaplah percaya…..betapa luas lautan cintaNYA. Rasakan cintaNYA dalam setiap tarikan nafas dan denyut nadi. Dalam setiap tatapan kosong ke atas langit biru dan angin yang bertiup perlahan menyapa helaian rambutmu di antara peluh keringat dan rasa lelah.

Dear me,

Terimakasih sudah bertahan dan berjuang sejauh ini. Aku tahu, lubang di hatimu masih tetap kosong dan hampa kerap dirasa. Meski malaikat kecil mengelilingimu kini dan punggung dengan bahu lebar selalu berada di sisimu siap memelukmu kapan saja. Isi lubang itu dengan sekali hembusan nafas, peluk mereka.

Peluk cintaNYA melalui mereka, yang sengaja DIA hadirkan sebagai hadiah atas kerja kerasmu bertahun - tahun lamanya.

Dear me,

Terimakasih sudah bertahan dan berjuang sendirian sejauh ini. Aku tau, terkadang rasanya tidak berbeda baik sekarang maupun dulu. Menerima pola yang sama dan rasa yang sama seakan percaya bahwa, naas dan derita menjadi garis takdirmu. Seakan kamu percaya, hidupmu sama kerasnya dengan mereka yang berjuang tapi tak pernah menang bahkan hingga ajal menjemput.

Walau demikian, percayalah ada senyum di wajah mereka….perjuangan mereka tidak sia-sia. DIA beri balasan setimpal di hari akhir nanti. Perjuangan mereka menjadi bekal bertemu denganNYA, coba resapi itu.

Pantaskah meminta perjumpaan tanpa perjuangan? tanpa pengorbanan hingga kamu layak bertemu denganNYA nanti?

ingat saja itu.

Wahai Bunda Khadijah, Bunda Fatimah…...semoga aku sekuat kalian wahai wanita yang selalu menjadi ibu bagiku dengan semua tauladan bagiku. Kesabaran kalian selalu menjadi cerminan bagiku.

Dear me,

Masa depanmu bukan saat ini dan bukan di dunia ini. Pertemuanmu denganNYA adalah masa depanmu. Kuatkan niat, raihlah cintaNYA dan bersabarlah. Setelah ini, badai ujian pasti akan selalu datang mendera lagi hingga ingin menyerah lagi dan lagi.

Saat rasa lelah kembali menyerang, berhentilah.

Jangan paksa lagi diri untuk bergerak maju dan melakukan hal yang malah membuat diri semakin merasa terpenjara. Jadilah diri sendiri dan jalani apa yang bisa membuatmu berjalan menuju masa depanmu.

Aku berharap, di akhir tujuan nanti … selain berjumpa denganNYA, atas ijinNYA kamu juga bisa bertemu Bunda Khadijah, Bunda Fatimah dan dia ….. dia yang seorang perempuan yang serapuh dirimu yang juga sama berjuang keras demi hidupnya, sama denganmu. Dia yang selama dua puluh tahun menjadi sahabat yang tak pernah luput dan lupa menyeretmu kembali padaNYA saat jatuh. Dia, sahabatmu.

Akan jadi perjumpaan yang indah bukan?

Ingatlah, semua perjuanganmu tidak akan sia-sia. Maka bersabarlah hingga DIA memintamu pulang, bersabarlah dan lakukan yang terbaik. Hanya tinggal sebentar lagi kamu pulang, pulang…...pulang.

Ingat selalu ini,

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak akan (sekali pun) menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Hud: 115)

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, seluruh hidup dan matiku; hanyalah kupersembahkan untuk Allah semata, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (al-An’am: 162—163)

dear me,

"Untuk semua kepedihan yang kau alami, bersabar dan bertahanlah, karena Allah tahu di mana batas kemampuanmu. Allah menjadikanmu seorang muslimah karena Ia ingin melihatmu di surga, yang perlu kamu lakukan adalah kamu pantas untuk itu."

Setelah puas menangis, angkat kepalamu, tarik nafas dalam-dalam lalu bangkitlah dan peluk cintaNYA seraya tersenyum dan berkata pada diri sendiri, “ aku bisa, aku bisa dan aku bisa “

#13daysblogspediachallenge #day1 #dearme

saya penggemar BTS dan jadi army


I'm officially army. Awalnya saya menolak disebut ARMY, lebay aja gitu. Orang cuman suka lagunya aja yang nge beat dan koreografi yang enak dilihat. Soal ketampanan paripurna milik ketujuh anggota nya, yah biasa aja sih. yah ganteng kan ya biasa buat boyband kpop mah. udah hal yang mutlak biar enak dilihat gitu, hahahaha.

Tapi lama kelamaan akhirnya saya menerima kalau I'm officially army. Berawal dari curhat sesama army juga dengan sahabat saya Theo yang sudah bersahabat sejak SMA dulu. 

Theo : " Selamat datang di ARMY ya buu "
Saya : " Ah, aku mah bukan army. cuman fans biasa aja "
Theo : " Masa sih? yakin? tapi tau nama tiap member? "
Saya : " iyaa lah, masa ngefans gak tau nama member! kebangetan ateuh "
Theo : " Kalau suara mereka hafal? suara per member? "
Saya : " Tentu saja atuhhhhh
Theo : " yaaa.... KAMU ARMY atuh!!! "
Saya : " waahh, hehehehe iya yaaa

Ya! i'm officially Army, hehehehe

Keunikan BTS

Bagi saya, BTS punya keunikan tersendiri yang memang layak dipuji di seluruh dunia dan mendapat penghargaan Billboard Music Award sebanyak 3 kali dan seabrek penghargaan lainnya. Ditambah kolaborasi apik dan ciamik dengan Steve Aoki, Halsey, The Chainsmokers, Nicki Minaj, Charlie Puth, Honne dan Ed Sheeran. Keunikan mereka di antaranya adalah :

1. Jago Bikin Lagu

Jhope, RM dan Suga adalah tiga member BTS yang paling getol bikin lagu. Saya gak nyangka lho mereka ( tiap member BTS ) lihai membuat lagu. Jadi ini satu nilai plus buat saya. Berikut jumlah lagu yang diciptakan oleh tiap member BTS :

RM BTS – 160 Lagu
J-Hope BTS – 104 Lagu
Suga BTS – 104 Lagu
V BTS – 11 Lagu
Jungkook BTS – 8 Lagu
Jin BTS – 7 Lagu
Jimin BTS – 5 Lagu

2. Lagu yang terkesan exclusive dan beda dengan yang lain


Saya bukannya gak mau suka dengan Boyband lain, tapi berkali kali mencoba mendengar lagu boyband yang lain gak ada yang nyantol di telinga dan hati. Kadang beat dan tempo nya terlalu cepat, pembagian line distribution yang kurang pas, koreografi yang kurang enak dilihat dan MV yang kurang menarik.
Tapi, ada beberapa boyband yang saya suka selain BTS tapi tidak semua lagunya saya suka, seperti Bing Bang , Ikon dan Pentagon. Mostly lagu kpop yang saya suka emang yang enak didengar dan dinyanyikan. 



Berawal dari Fake love, lagu upbeat tapi bernada sendu saya jatuh cinta dengan BTS. sejak saat itu saya mulai mencari lagu - lagu BTS yang lain termasuk lagu - lagu dari jaman debut pertama kali. Ternyata memang gak semua lagu BTS juga saya suka. Hanya beberapa. Tapi lagu - lagu BTS sejak album Love Yourself hingga Map Of The Soul dan BE ( 2020 ) hampir semua lagunya saya suka.
Stay Gold adalah lagu BTS yang agak slow favorit saya . Lagunya terasa deep dan menyentuh. Tapi ternyata Life Goes On lebih menyentuh lagi mak! 
Saya setuju dengan pendapat Coach Vocal di Youtube yaitu Justin Burke yang mengatakan bahwa , 
" BTS Mampu meracik harmoni, instrument, pembagian suara , lirik dan tekhnik vokal yang tepat " 
yess. saya gak ahli soal teknik vokal atau ilmu musik ( bagian itu mah milik suami saya, hehehe ) tapi ya apa yang dikatakan Justin Burke memang benar. 
Lagu Life Goes On memang cantik banget. Wajar aja kalau sampai menyentuh hati dan begitu saya dengar pertama kali apalagi mulai Pre-Chorus yang dibawakan V sampai Chorusnya, wah saya merinding sampai hampir nangis! Terus lah saya googling lirik dan artinya, duh lirik nya juga mak. udah lah speechless saya. 


3. Choreography yang powerfull, enerjik dan khas

Ada banyak koreografer profesional yang bekerjasama dengan BTS. Diantaranya adalah Son Sungdeuk, Keone Madrid dan Mari Madrid, David Lim, Dylan Mayoral, Carlo Darang, Christoper Martin, Markus Pe Benito, Rie Hata, Sienna Lalau.
Tapi dalam proses pembuatan koreo ini, member BTS sendiri juga dilibatkan. Para Koreografer profesional ini berkolaborasi dengan J-Hope, Jimin, dan Jungkook. Wah, keren ya. 

4. Pribadi yang kocak, lucu, merendah dan solid sebagai tim

Sebagai Army tentu vlog BTS tidak saya lewatkan. Disana saya bisa lihat gimana keseharian mereka di luar panggung dan video klip. Ternyata mereka lucu, kocak dan kompak sebagai tim. Bahkan saat Suga di daulat sebagai pemenang di Melon Music Awards 2017 (MMA) Suga won the Hot Trend Award sebagai Best Producer. Jungkook dan Jimin berlagak sebagai staff keamanan yang mengantar suga keatas Panggung untuk menerima penghargaan dan diikuti member lain sebagai staff penjaga juga. Beneran saya ngakak hingga sulit berhenti.



Itulah empat alasan kenapa saya sangat menyukai BTS. Bukan hanya soal kegantengan paripurna dan jago ngedance, tapi juga nilai exclusivitas tersendiri yang dimiliki BTS.

Alasan Mendasar Mengapa Suka Drakor dan Kpop


Terlepas dari semua kisah dari awal dan alasan saya suka BTS, saya yang menjadi emak - emak pecinta drakor dan kpop punya alasan sendiri. Saya suka kpop karena lagu - lagu mereka bisa membuat mood saya membaik bahkan dalam keadaan kesal , jengkel dan sedih sekalipun. Kpop juga bisa menjadi moodbooster saya saat mengerjakan seabrek tugas domestik yang tiada akhir sejak bangun tidur sampai kembali tidur.
Soal drakor, selain karena memang sudah suka sejak jaman kuliah juga karena drakor sekarang baik jalan cerita, soundtrack maupun pilihan pemainnya bagus - bagus. Terlebihi film - film hollywood sekarang banyak yang bergenre psikopat, pembunuhan dan thriller sadis membuat saya enggan menjadikan film - film hollywood sebagai alternatif hiburan dan mengisi waktu me time saya.
Kecanduan? fify - fifty sih. saya biasanya menonton on going saja sesuai jadwal dan sengaja menyediakan waktu menonton sambil menyetrika atau menyiapkan bahan untuk memasak. Jadi tugas lain tidak terbengkalai. Saya menghindari menonton drakor lama dan menonton secara marathon, karena menyita waktu teramat sangat dan membuat saya lalai.
Jadi, menurut saya gak apa - apa kalau emak - emak pecinta kpop dan drakor tetap melanjutkan hobi nya selama gak kebablasan dan lupa waktu. karena tugas emak mengurus rumah dan keluarga tetap prioritas utama ya.
Drakor dan kpop hanya hiburan dan menjaga kewarasan kami para emak diantara waktu yang sedikit untuk diri sendiri dan me time yang terbatas. itu saja.
Referensi : 

cewekbanget.grid.id

iwantantomi

 

emak-pecinta-drakor



Emak - Emak Pecinta Kpop dan Drakor - Salah satu sahabat saya katakanlah namanya Melati, pernah curhat sekali. Dia bilang kalau dia merasa jadi emak yang kurang gaul dan ngehits karena gak suka drakor dan kpop. Adakah emak di sini yang pernah ngerasa kaya gitu?? oohh jangan bersedih mak. Karena pada kenyataannya tidaklah demikian. Suka atau tidak suka pada si drakor dan kpop bukan berarti emak gak termasuk emak yang gaul kok.
Memang sih sekarang lagi hype ya emak - emak milenial pecinta drakor dan kpop. Padahal udah punya anak, gak hanya satu bahkan sampai 2 dan 4 anak! rasanya kok kaya gak pantas ya? terlihat seperti yang enggan melepas masa muda dan mirip sama anak muda jaman now. hihihi, benarkah? lantas apa alasan di balik emak - emak pecinta drakor dan kpop sebetulnya? 
well, jawabannya beragam. Saya gak bisa jawab alasannya kenapa karena saya gak melakukan survey. So, yang bisa saya berikan adalah jawaban dari diri saya sendiri. Kenapa saya jadi emak - emak pecinta drakor dan kpop?

AWAL CERITA KENAL KPOP


Saya punya adik ipar yang cantik paripurna dan baik hati seperti putri salju, namanya Annisa. Saya pernah bikin satu artikel tentang MPASI untuk si doi yang lagi stay di Iran sekarang. 
Nah, adik ipar saya ini termasuk fans berat EXO. Bahkan sampai rela menabung uang jajan demi bisa beli album EXO. Dan ya seperti para fans pada umumnya , dia kegirangan luar biasa begitu si babang paket datang anterin pesanan album EXO dia. Dia sampai nangis mak! weleh - weleh, saya sih cuman geleng - geleng kepala dan gak habis pikir.
Iya saya gak habis pikir, apa sih yang dia suka dari EXO? wajah ganteng dan body sixpack? emang dia ngerti itu si member EXO nyanyi tentang apa? apa gak sebel liat mereka punya wajah mulus kaya pantat bayi dan dandan melebihi kita kaum hawa? saya sih sebel ya! Masa cowok pake lipstik, eyeshadow bahkan pensil alis dan perona pipi!!! gak pantas aja.
Nyinyir saya lantas saya lontarkan pada si adik ipar saya. Dan jawaban dia hanya, " yaa suka aja teh, ganteng banget terus koreo nya itu loh....waaahhh. lagunya juga enak teh "
oke oke baiklah! kumaha dinya we lah , wkwkwkwk
So, adik ipar saya itu juga kebiasaan yang kadang bikin saya jengkel. Yaitu terus memutar lagu yang sama setiap hari, baik dari EXO maupun grup yang lain yang saya gak kenal. Sebel soalnya gak enak di telinga dan gak ngerti bahasanya. Sementara saya kan fans sejati musik galau seperti Shoegaze, dreampop dan Post Rock yang mana jauh banget lah dari sudut manapun. Jadi tiap dia putar lagu - lagu kpop, saya terpaksa dengerin lagu - lagu favorit saya lewat earphone. sedih banget mak! 

AKHIRNYA LULUH JUGA


Pernah dengar pepatah yang mengatakan " Air mampu menghancurkan batu. Bukan karena besarnya kekuatan, namun karena ketekunan dan kedisiplinan " ?? yah saya dan kpop mirip - mirip gitu lah.
Annisa yang dengan disiplinnya memutar lagu kpop setiap hari, akhirnya mampu meluluhkan saya dan membuat saya terjerumus ke lembah kpop dan drakor! 
sebetulnya sederhana saja sih, mau gak jadi "ngeh" gimana sama lagu - lagu kpop kalau gak di putar berulang terus setiap hari, betul tidak? telinga lama - lama terbiasa dan jadi aware sama lagu - lagu kpop. Bahkan pekerjaan domestik saya dilatarbelakangi lagu - lagu kpop yang diputar keras- keras lewat speaker. 
Lagu pertama yang menyihir saya adalah, " Boombayah" nya milik Blackpink. Yess, itu lagu pertama debut mereka. Jadi lamanya saya suka kpop seumur dengan usia si blackpink, hihihihi. Sambil saya nyapu dan ngepel, si boombayang begitu menempel kuat di otak saya sampai - sampai tanpa sadar saat si lagu sudah tidak diputar lagi, masih saja bermain di kepala saya. 
Saya sampai gak sadar nyanyi bagian reff nya berulang, " coa....manjinengkeun ma coaa.....aaa.....aaa.......coooaaaa.......manjinengkeun coaa.....aaa........Boombayah! ya ya ya ya Boombayah... ya .. ya... ya .... ya " dan itu bukan lirik aslinya tapi kata - kata yang saya tangkap aja asal bunyi dan ikut nyanyi lalu joged asal, wkwkwkwk
Ternyata, lagu kpop mampu bikin mood saya membaik dan semangat mengerjakan tugas domestik yang tiada akhirnya. Terlepas dari outfitnya yang bikin saya sesak dada dan koreografi yang aduhai , yaa saya tetap suka girlband kpop. Sebut saja Blackpink, Red velvet, G Idle, Mamamoo, Twice dan sekarang yang terbaru Itzy, Everglow, Aespa serta Rocket Punch.
Tapi dari sekian banyak boyband Kpop, saya hanya ngefans sama satu grup aja. Yaitu BTS! Yess, saya adalah emak - emak fans berat BTS.Padahal adik ipar saya ngefansnya sama EXO ya, hihihi. Gimana sih ceritanya?

SAYA DAN DRAKOR


Beda cerita dengan Kpop, saya suka drakor awalnya karena memang suka dari dulu sih. Sejak saya kuliah tahun 2000an. Film pertama yang saya tonton adalah Full House nya Rain dan Song Hye Kyo . Zaman dimana nonton drakor bukan kaya sekarang di VIU atau aplikasi lain. Tapi beli VCD dan DVD nya. Epik bener ya, hahahaha. Lalu setelah Indosiar sering menayangkan drakor, ya saya jadi fans drakor sejak itu. Tapi tetep sih masih suka film hollywood.

Nah, gara - gara film Come and Hug Me yang dibintangi Jang ki Yong. Filmnya menceritakan tentang seorang anak yang ayahnya adalah pembunuh berantai. Nah, ada beberapa scene dari drakor ini dimana lagu BTS " Fake Love" di putar terus sampai saya googling lagunya di Chrome dan youtube. Disanalah pertemuan pertama saya dengan Jimin cs terjadi. Hihihi, lebay ya! wkwkwk