mamajokaa-blog-motherhood

"Mamajokaa — Jurnal motherhood lifestyle berbagi cerita, inspirasi, dan pengalaman harian seputar resep pastry, mindful baking, skincare, serta home living."

4 Langkah Basic Skincare Anti-Aging CTMP untuk Ibu Usia 35+


4 Langkah Basic Skincare Anti-Aging CTMP untuk Ibu Usia 35+


Sadar gak sih Mom, belakangan kita mulai meninggalkan tren rutinitas skincare 10 langkah ala Korea dan beralih ke cara yang lebih simpel?

Sebagai ibu Gen Z dan Milenial, tren ini rasanya cukup bikin lega. Bayangin aja, di tengah nyiapin sarapan, beres-beres rumah, kerja, ngurus anak, sampai nyuri waktu buat istirahat, rasanya nggak selalu mudah menyediakan waktu khusus untuk skincare yang panjang dan ribet.

Beralih ke basic skincare anti-aging yang praktis bukan berarti kita tidak peduli dengan kesehatan kulit. Justru, ini adalah strategi cerdas untuk menjaga kulit, membantu menyamarkan flek hitam dan kerutan. 

Nyatanya, kulit sehat dan terawat tidak melulu datang dari belasan botol produk yang memenuhi rak meja rias. Melakukan langkah dasar secara rutin jauh lebih efektif untuk memperlambat munculnya tanda penuaan dibandingkan memakai produk berlapis-lapis tetapi hanya dilakukan sesekali.


Apa itu Basic Skincare Anti-Aging?


Basic skincare anti-aging adalah rangkaian perawatan kulit minimalis berformula khusus yang dirancang untuk merangsang produksi kolagen, memulihkan elastisitas jaringan, serta memperbaiki tanda penuaan seperti kerutan dan flek hitam.

Selama ini, basic skincare yang kita tahu tuh cuman tiga, iya kan Mom? Membersihkan, melembapkan, dan pakai sunscreen. Sebetulnya, tiga basic skincare itu aja udah bisa mewakili basic skincare anti penuaan. 

Tapi, untuk kita yang sudah memasuki usia 35 tahun keatas, perawatan tidak lagi sekadar bertujuan preventif (mencegah), melainkan tahap intervensi aktif yang berfokus pada perbaikan sel, stimulasi kolagen, dan pemulihan elastisitas jaringan kulit yang mengacu pada protokol CTMP.

Apa itu CTMP?

Menurut konsensus medis internasional yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (PMC), CTMP merupakan singkatan ilmiah dari Cleanse (Membersihkan), Treat (Menutrisi/Mengobati), Moisturize (Melembapkan), dan Protect (Melindungi).

Namun, di kalangan komunitas kecantikan lokal dan media lifestyle Indonesia, huruf “T” dalam singkatan tersebut sering kali mengalami pergeseran makna menjadi Toning atau sekadar penggunaan toner penyegar.

apa itu basic skincare anti aging
Definisi basic skincare anti aging untuk usia 35 tahun keatas


Bagi Mom yang sudah menginjak usia kepala tiga, mengikuti pakem medis dermatologi di mana "T" wajib diisi oleh tahap Treat (menggunakan serum berbahan aktif pekat) adalah kunci mutlak jika ingin melihat perubahan nyata pada tekstur dan kekencangan kulit wajah. No debat!


Kenapa Basic Skincare Anti-Aging CTMP Wajib untuk Usia 35+?


Sepenting apa sih Basic Skincare Anti-Aging di usia 35 tahun ke atas? Kayaknya sama aja ya? Oh tidak sama, Marisol!

Gak cuman midlife atau quarter-life crisis yang dihadapi para ibu tangguh usia 35+ ya, tapi juga face-skin-crisis, seperti flek hitam dan garis halus di sekitar mata, hidung, dan sudut bibir. Jadi, untuk mengatasi face-skin-crisis, diperlukan lebih dari sekadar basic skincare biasa melainkan strategi penerapan CTMP.

Strategi mengatasi dan memudarkan gejala penuaan yang sudah terlanjur muncul di wajah (CTMP) sangat penting diterapkan di usia 35 tahun ke atas karena kolagen mengalami penruan drastis sekitar 10% hingga 15% dari total cadangan kolagen alami kulitnya. Selain itu, akumulasi kerusakan akibat sinar matahari (photoaging) membuat kulit tidak lagi mampu memperbaiki dirinya sendiri tanpa bantuan bahan aktif pekat.


Perbandingan struktur kulit muda dan tua akibat photoaging
Ilustrasi perbedaan struktur kulit antara kulit muda dan tua serta dampak photoaging pada usia 35+.


Jadi, setiap merayakan ulang tahun, bukan cuman nambahin angka usia, tapi kemampuan sel kulit untuk beregenerasi juga melambat secara drastis. Kondisi ini menyebabkan tumpukan sel kulit mati membuat wajah tampak kusam, kering, dan membuat garis halus di area mata serta garis senyuman berubah menjadi kerutan yang mendalam.

Terlebih buat Mom yang aktif banget di luar rumah. Berkegiatan lebih dari sekadar antar-jemput anak, misalnya kerja kantoran, atau aktif di komunitas dan organisasi, paparan radiasi ultraviolet (UV) tanpa sunscreen akan memperparah "kerusakan" pada jaringan kulit wajah kita.

Berdasarkan studi klinis berskala besar yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan global seperti Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology via National Institutes of Health (NIH), para peneliti sepakat bahwa sekitar 80% hingga 90% tanda penuaan dini pada wajah disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV). Efek ini dikenal secara medis sebagai photoaging.

Jadi, tanpa adanya penanganan yang berfokus untuk memperbaiki kerusakan jaringan tersebut, tanda-tanda penuaan akan berkembang dengan jauh lebih cepat dan semakin sulit untuk disamarkan. Ending-nya sad sih Mom, belum masuk usia 45 tapi wajah udah keliatan kaya 50 tahun. Gak mau kan?


Cara Menerapkan 4 Langkah CTMP Anti-Aging untuk Kulit Usia 35+



Gak pake ribet dan bebas drama, cara mempraktikkan CTMP untuk usia 35+ sangatlah sederhana, yaitu cuci muka pakai sabun yang lembut, oles serum atau essence anti-aging (seperti Vitamin C di pagi hari dan retinol di malam hari), kunci pakai krim pelembap biar kenyal, serta wajib tameng wajah pakai sunscreen tiap pagi.

Biar gak pusing mengatur waktu di tengah hecticnya urusan domestik, berikut rutinitas basic skincare CTMP yang bisa bantu mengatasi permasalahan kulit wajah di usia 35 keatas.

Empat langkah rutinitas ctmp skincare anti aging
Panduan empat langkah utama CTMP (Cleanse, Treat, Moisturize, Protect) untuk perawatan anti-aging.


1. Membersihkan Wajah (Cleanse)


Kalau soal rutinitas cuci muka, yakin deh gak ada emak-emak yang skip. Kebayang kalau sampai seharian beraktivitas terus gak cuci muka, bisa auto jerawatan! Based on experience, hal ini yang paling ditakutkan sih. Tapi, buat kita-kita yang menolak tua, aturan membersihkan wajah di usia 35+ ini gak bisa sembarangan ya, Mom.

Biar gak salah pilih produk, berikut panduan taktis memilih sabun cuci muka untuk kulit matang:

1). Jangan Gunakan Face Wash Berbusa Melimpah


Sebisa mungkin hindari sabun yang busanya sampai heboh mirip deterjen keriian. Busa melimpah biasanya mengandung zat bernama SLS (Sodium Lauryl Sulfate) yang bekerja terlalu agresif mengikis habis minyak alami kulit.

Di usia 35+, kulit kita sudah makin pelit memproduksi minyak. Kalau disikat habis oleh busa kasar, kulit bakal dehidrasi kronis dan kerutan justru makin kelihatan jelas.

2). Gunakan Face Wash Berbahan Lembut (Gentle Cleanser)


Pilih sabun muka yang ramah untuk lapisan pertahanan kulit (skin barrier). Cari produk yang diperkaya dengan kandungan antioksidan, Ceramide, asam amino, atau Hyaluronic Acid.

Bahan-bahan ini oke banget dalam urusan mengangkat debu dan radikal bebas polusi sisa kegiatan harian, tapi tetap menjaga kulit terasa kenyal, lembap, dan gak ada drama efek "kulit ketarik" setelah dibilas.

3). Untuk Kulit Usia 35+ yang Berjerawat, Kudu Ekstra Waspada


Jangan langsung buru-buru membeli sabun jerawat remaja yang bikin kulit kering kerontang. Pilih gentle cleanser yang dikombinasikan dengan bahan aktif penenang seperti Salicylic Acid (BHA) dosis rendah, Centella Asiatica (Cica), atau Tea Tree. Kandungan ini ampuh meredakan jerawat hormonal tanpa merusak kelembapan kulit matang kita.

4). Untuk Kulit Kering, Cari yang Ekstra Hidrasi:


Jika kulit Mom tipe yang gampang bersisik atau terasa gersang, pilihlah sabun cuci muka bertekstur losion atau milk/cream cleanser. Pastikan ada kandungan Hyaluronic Acid atau Glycerin yang tinggi di dalamnya agar kelembapan kulit langsung terkunci sejak proses membasuh muka.

5). Untuk Kulit Kombinasi, Pilih yang Seimbang


Tipe kulit ini agak unik karena biasanya berminyak di area T-zone (jidat, hidung, dagu) tapi kering di area pipi. Solusinya, gunakan gentle gel cleanser ber-pH seimbang (low pH sekitar 5.5). Sabun jenis ini ampuh membersihkan minyak berlebih di T-zone tanpa membuat area pipi Mom makin kerontang. 

Cara membersihkan wajah atau cleansing  untuk usia 35 tahun keatas yang benar
Panduan visual detail untuk langkah cleansing usia 35+ dengan anjuran face wash yang sesuai jenis kulit.

2. Menutrisi Kulit (Treat )


Secara tata laksana klinis dermatologi, tahap Treat (perawatan aktif) didefinisikan sebagai intervensi medis topikal yang menggunakan produk berkepekatan tinggi dengan zat aktif spesifik (seperti antioksidan, retinoid, atau peptida) untuk berpenetrasi ke lapisan dermis guna memperbaiki kerusakan sel, menstimulasi sintesis kolagen, dan mempercepat pembaruan jaringan kulit (cell turnover).

Nah, ibarat penyajian makanan, menutrisi kulit termasuk main course. Yes, ini tuh inti dari perawatan kulit wajah usia 35+. Penggunaan essence atau serum dengan formula khusus ini ibarat obat yang bekerja langsung dari dalam untuk membantu mengatasi permasalahan kulit yang bikin pusing, seperti flek hitam dan kerutan wajah.

Tapi, memilih essence atau serum anti-aging itu gampang-gampang susah, tapi kebanyakan susahnya sih, hahaha. Iyalah, saya aja perlu trial-error sampai ketemu produk yang pas.

Awalnya saya coba pakai retinol, tapi udah nyoba beberapa brand berbeda, tetap gak cocok di kulit saya. Akhirnya saya berlabuh di produk essence dari Laneige Radian-C Double Active Brightening Essence, dan syukurlah langsung cocok sampai sekarang karena dia punya kombinasi Vitamin C murni yang ramah banget buat mencerahkan sekaligus mengencangkan kulit tanpa efek mengelupas.

“Tapi produk Laneige kan mahal?”

Mulai galau ya, Mom? Wkwkwk, tenang dulu.

Seperti kebanyakan ibu-ibu, saya ini penganut paham kearifan lokal yang cerdas, jadi biar gak bikin dompet menangis, saya pakainya yang versi travel size, kok. Harganya jauh lebih ramah di kantong dan isinya awet cukup buat sebulan. Asalkan pakainya pas, gak yang sampai meluber ke mana-mana atau tumpah-tumpah. Cukup pakai sedikit saja, formulanya sudah otomatis menyebar rata ke seluruh wajah.

Siapa bilang merawat kulit matang harus nunggu jadi sultan dulu? Yang penting isinya berkhasiat tepat sasaran, bukan masalah besar atau kecil ukuran botolnya, wkwkwk

Kalau aku gimana dong? Harus pakai retinol, retinoid, bakuchiol, atau essence Vitamin C?” Gitu kan pertanyaan galaunya?

Biar gak makin bingung dan membuang banyak duit buat coba-coba, berikut saran taktis dari saya untuk memilih produk di tahap Treat:

1). Retinol / Retinoid : Tipe Kulit "Badak" (Kuat dan Gak Gampang Rewel)


Retinol adalah turunan Vitamin A yang punya tugas utama mempercepat regenerasi sel kulit. Secara spesifik, fungsinya adalah: 
  • Merangsang Kolagen: "Memaksa" kulit untuk memproduksi kolagen baru agar kulit tetap kencang dan tidak kendur.
  • Memperbaiki Tekstur: Mengangkat sel kulit mati lebih cepat sehingga wajah lebih halus dan tidak terlihat kusam.
  • Samarkan Kerutan: Karena regenerasinya cepat, garis halus dan kerutan jadi lebih samar.
  • Membersihkan Pori: Sangat efektif mencegah pori-pori tersumbat (bisa bantu atasi jerawat).
Retinol ini sebenarnya bisa untuk hampir semua jenis kulit, asalkan konsentrasinya tepat dan pemakaiannya benar. Namun, ini catatannya:
  • Kulit Berminyak & Berjerawat: Ini "makanan" utama retinol. Retinol sangat efektif mengontrol minyak berlebih dan membersihkan pori.
  • Kulit Kombinasi: Sangat oke, tapi perlu hati-hati di area yang kering agar tidak iritasi.
  • Kulit Kering: Harus ekstra waspada. Pastikan dibarengi dengan pelembap yang rich karena retinol bisa bikin kulit makin kering di awal pemakaian.
  • Kulit Sensitif: Perlu sangat hati-hati. Sering kali kulit sensitif tidak kuat dengan retinol murni. Itulah sebabnya banyak yang beralih ke alternatif yang lebih lembut seperti Bakuchiol atau Retinol dengan teknologi encapsulated (lepas lambat).

2). Bakuchiol : Tipe Kulit Sensitif


Kalau Mom punya tipe kulit yang gampang merah, mengelupas, atau sedang hamil dan menyusui, jangan gampang "lapar mata" sama iklan serum retinol yang seliweran di FYP. Meskipun hasilnya terlihat sangat menggiurkan, untuk keamanan jangka panjang, better beralih ke pilihan yang lebih lembut, yaitu Bakuchiol.

Apa itu Bakuchiol?

Bakuchiol adalah senyawa alami yang diekstraksi dari biji tanaman Psoralea corylifolia. Bahan ini bekerja dengan menstimulasi regenerasi sel kulit dan produksi kolagen, namun dengan cara yang jauh lebih tenang daripada retinol.

Sempat viral karena diusung oleh banyak skincare asal Korea Selatan, Bakuchiol sebenarnya adalah resep kuno dari pengobatan tradisional India dan China. Bahan herbal ini sering dijuluki sebagai "kembaran retinol" karena menawarkan manfaat anti-aging yang serupa—memperbaiki tekstur kulit dan menyamarkan garis halus—tapi dengan risiko iritasi yang jauh lebih minim. Cocok banget buat Mom yang kulitnya "tahan banting" kalau kena bahan aktif keras.

3).  Gunakan Serum / Essence Vitamin C (Fokus Pagi Hari)


Ingat ya Mom, yang saya maksud di sini adalah sediaan serum atau essence, bukan toner yang mengandung Vitamin C! Kedua produk ini fungsinya beda jauh.

Sempat viral sih trik kecantikan di media sosial yang mengubah toner atau face mist Vitamin C menjadi spray mist semprotan harian. Tapi boro-boro glowing, di kulit saya trik itu malah bikin wajah auto jerawatan parah! So, jangan neko-neko deh Mom, cari yang pasti-pasti aja dengan memakai serum atau essence yang memang diformulasikan khusus.

Vitamin C dalam sediaan pekat ini sangat ampuh membantu mengatasi flek hitam membandel atau wajah kusam akibat kita sering terkena kepulan asap dapur dan terik matahari. Vitamin C bertindak sebagai antioksidan kuat yang bertugas mencerahkan kulit sekaligus menghadang gempuran radikal bebas di siang hari.


4).  Gunakan Fermented Essence : Menghidrasi dan Mengencangkan Kulit Kendur


Fermented essence adalah cairan bernutrisi tinggi hasil proses fermentasi alami mikroba (seperti ragi Galactomyces atau Bifida yang ada di produk legendaris sekelas SK-II atau Missha). Kandungan ragi fermentasi ini sangat juara untuk menghidrasi kulit matang secara mendalam, memperbaiki tekstur wajah yang kasar, dan mengencangkan kulit yang mulai kendur tanpa efek drama muka mengelupas. Gunakan Fermented Essence di pagi dan malam hari untuk hasil maksimal. 

5). Gunakan  Brightening Essence : Menghilangkan Flek Hitam


Brightening essence merupakan perpaduan konsentrat tinggi dari bahan aktif seperti Niacinamide, Arbutin, Licorice Extract, fermented ingredients, hingga Vitamin C. Semua bahan ini bekerja sebagai antioksidan yang menghambat enzim pembentuk melanin (zat warna kulit), sehingga flek hitam bisa memudar secara bertahap dan lembut tanpa harus mengikis lapisan kulit luar.

Jika fokus utama Mom adalah memudarkan flek hitam, brightening essence yang mengandung Vitamin C adalah pilihan yang sangat direkomendasikan.


serum dan essence usia 35 tahun keatas
Infografis saran serum dan essence usia 35 tahun keatas


Usut punya usut, ternyata tipe kulit kombinasi saya ini cukup fluktuatif; terkadang sangat berminyak saat aktivitas sedang padat, namun di waktu lain justru cenderung kering dan sensitif. Dulu, saya sempat mencoba retinol murni, tapi ternyata formulanya terlalu agresif untuk area kulit saya yang sedang kering, sehingga sempat membuat wajah terasa perih.

Akhirnya, saya beralih ke essence yang fokus mencerahkan sekaligus memperbaiki sel kulit secara lembut. Rahasianya ada pada formula Vitamin C murni yang telah distabilkan biasanya dikombinasikan dengan Vitamin E atau Niacinamide. Formula ini mampu memudarkan noda hitam secara maksimal dengan tingkat keasaman yang jauh lebih ramah di kulit sensitif. Hasilnya? Efektif memudarkan flek hitam sisa "kepulan asap dapur" dan membuat wajah terasa kencang tanpa drama kulit perih.


3. Melembapkan Wajah (Moisturize)


Masuk usia kepala tiga (apalagi saya yang sudah kepala 4, wkwkwk), saya sadar banget kalau wajah sekarang jadi super mudah terasa kering ketarik. Ya, bukan cuman tubuh yang dehidrasi,m kulit wajah juga.

Masalah dehidrasi kronis pada kulit usia 35+ bisa diatasi dengan memilih pelembap anti-aging bertekstur krim padat yang kaya akan kandungan aktif seperti Peptide, Hyaluronic Acid, atau Collagen.

Ternyata, fenomena kulit kering ini terjadi karena produksi minyak alami kulit kita memang sudah mulai mogok kerja alias menurun drastis. Efeknya, kulit jadi gampang dehidrasi kronis. Kalau dibiarkan terus-terusan, garis halus di sekitar mata dan senyum bakal makin cepat berubah jadi kerutan permanen. Gak mau kan, Mom?

Makanya, biarpun kadang kita sering malas atau lupa pakai moisturizer, jangan sampai tahap ini di-skip karena perannya krusial banget. Selain mengunci nutrisi dari serum yang sudah kita aplikasikan sebelumnya, pelembab juga berfungsi memberi benteng pertahanan luar agar kelembapan alami kulit tidak menguap begitu saja saat kita beraktivitas.

Terus, moisturizer kayak gimana yang cocok buat aku yang udah 35+?

Di usia ini, kita gak bisa lagi cuma mengandalkan pelembap biasa yang teksturnya gel bening ringan ala remaja belasan tahun. Kita butuh pelembap anti-aging yang teksturnya berupa krim padat (rich cream) untuk memberikan hidrasi mendalam.

Saat memilih produk di toko atau e-commerce, pastikan Mom mengintip label kandungannya dan mencari tiga formula tangguh ini:
  • Ceramide: Berfungsi sebagai "semen" pelindung untuk memperkuat skin barrier agar kelembapan tidak mudah menguap dan kulit tidak mudah iritasi.
  • Peptide: Berfungsi seperti mandor yang merangsang kulit untuk memproduksi kolagen baru secara mandiri.
  • Hyaluronic Acid: Magnet air yang bertugas mengikat kelembapan di dalam lapisan kulit agar wajah gak gampang gersang.
  • Collagen: Memberikan asupan protein instan untuk mengisi celah-celah kulit yang mulai turun.
Bahan aktif kandungan moisturizer anti aging terbaik
Mmanfaat bahan aktif seperti Ceramide, Peptide, Hyaluronic Acid, dan Collagen dalam pelembap untuk usia 35 tashun keatas




Kombinasi bahan aktif ini bekerja nyata untuk mengisi area wajah yang mulai kehilangan elastisitasnya. Hasilnya, kulit Mom bisa kembali kelihatan kenyal, padat (plumpy), dan segar seketika tanpa perlu ada efek drama lengket yang mengganggu kenyamanan.


4. Melindungi Kulit (Protect)


Manfaat utama menggunakan sunscreen di pagi dan siang hari itu penting banget Mom, yaitu memberikan proteksi anti-aging mutlak dari risiko penuaan dini akibat paparan sinar matahari serta radiasi gawai lewat perlindungan minimal SPF 30 atau SPF 50 PA++++.

Tolong di highlight ya Mom, memakai sunscreen di pagi dan siang hari itu hukumnya wajib no debat! Itupun kalau kita masih pengen punya kulit wajah awet muda nan berseri. Katanya denila usia 35+ masa pake sunscreen gak mau? Hihihi.

Percuma kita bela-belain beli serum mahal yang harganya bikin dompet menjerit di malam hari, kalau pas siang harinya kulit wajah dibiarkan rusak terpanggang terik matahari. Ibaratnya, kita capek-capek ngepel lantai rumah, tapi pintunya dibiarkan terbuka pas ada badai debu di luar. 


Pentingnya penggunaan sunscreen untuk proteksi anti aging
Informasi penting mengenai tahap Protect dengan penggunaan sunscreen minimal SPF 30 atau SPF 50 PA++++.


Makanya, pastikan Mom selalu menggunakan sunscreen berspektrum luas (broad-spectrum) setiap hari. Minimal gunakan yang punya perlindungan SPF 30 atau SPF 50 PA++++.

"Tapi kan saya seharian cuma di dalam rumah aja, emang perlu?"

Tetap perlu!

Sinar UV itu bisa menembus kaca jendela rumah tanpa permisi. Ditambah lagi, buat kita yang sering beraktivitas di depan layar komputer atau asyik main HP sambil rebahan, ada ancaman tersembunyi bernama blue light.

Untungnya, inovasi sunscreen modern saat ini sudah banyak yang dilengkapi dengan kandungan antioksidan, sehingga bisa memberikan perlindungan ganda terhadap paparan radiasi gawai sekaligus polusi udara. 


Skincare Sebagai Bentuk Self-rewards dan Self-love


Esensi utama dari merawat kulit di usia 35 tahun ke atas bukan sekadar menjaga penampilan kulit wajah tetap kenyal, bebas flek hitam, dan kerutan, melainkan sebagai bentuk self-rewards dan self-love paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengapresiasi diri sendiri secara efektif tanpa membuang banyak waktu.

First, yourself before others!

Sebagai sesama ibu yang setiap hari bergelut dengan urusan domestik, mengurus anak-anak, hingga melayani "si bungsu" alias suami, saya sangat mengerti bahwa memiliki waktu luang adalah sebuah privilege tersendiri. Membayangkan harus duduk diam di depan cermin melakukan ritual perawatan wajah belasan tahap sering kali justru bikin capek dan wasting time.

Melalui strategi CTMP ini, kita gak perlu lagi melakukan perawatan kulit wajah yang ribet dan memakan waktu lama. Kebayang gak kalau harus pakai serum berlayar-layar, belum termasuk essence dan segala jenis produk pelembap lainnya? 

Jadi, usahakan untuk menggunakan produk yang kandungannya sudah rich (kaya nutrisi). Kita tidak perlu lagi memakai skincare berlapis-lapis yang pastinya membutuhkan waktu 3 sampai 5 menit hanya untuk menunggu setiap produk meresap sempurna ke dalam kulit wajah. Kebayang gak kalau harus pakai 5 sampai 7 jenis produk? Berapa puluh menit yang harus kita luangkan cuma buat skincare-an?

Efektivitas dan efisiensi pemilihan produk skincare ini juga sangat membantu kita untuk menerapkan self-love. Karena... cintai ususmu, minum Yakult tiap hari? Bukan! Tapi gunakan produk skincare yang tepat dan kaya formula dalam satu produk saja.

Ingat ya Mom, rasa percaya diri itu bisa dibangun dengan mudah hanya dengan memiliki kulit wajah yang sehat dan berseri. Kulit yang terawat dengan baik akan membuat kita tetap tampil segar, meskipun sudah memasuki usia matang dan sering malas kalau dipanggil "Ibu" saat mengantre di kasir minimarket.


Kesimpulan : Cantik dan Bahagia dengan Skincare Anti-Aging Praktis


Kunci utama untuk mendapatkan kulit wajah yang kencang, sehat, dan bebas flek hitam di usia 35 tahun ke atas adalah DISIPLIN dan KONSISTEN dalam menerapkan 4 tahapan dasar CTMP (Cleanse, Treat, Moisturize, Protect) setiap hari, bukan dari banyaknya jumlah produk yang kita pakai.

Nah, sekarang Mom sudah tahu kan kalau merawat kulit wajah usia 35 tahun keatas itu sebenarnya gak perlu bikin dompet jebol atau menyita waktu istirahat kita yang berharga?

Konsep dasar CTMP ini adalah jalan pintas paling masuk akal buat kita-kita yang pengen tetep glowing tanpa harus mengorbankan waktu mengurus keluarga atau momen me-time.

Yuk, mulai sekarang rapikan lagi meja riasnya. Singkirkan produk berlapis-lapis yang cuma bikin wajah sumuk dan beralihlah ke produk esensial yang kaya formula.

Kalau Mom sendiri, tahapan CTMP mana nih yang paling sering bolong atau bikin malas? Atau ada produk affordable andalan Mom yang belum masuk ke daftar di atas? Tulis cerita Mom di kolom komentar di bawah ya.

Referensi

  • American Academy of Dermatology Association. (2024, Januari). Prevent Premature Aging Skin. American Academy of Dermatology. https://www.aad.org
  • Dampak Sinar UV (Photoaging): Flament, F., Bazin, R., Laquieze, S., Rubert, V., Simonpietri, E., & Piot, B. (2013). Effect of the sun on visible clinical signs of aging in Caucasian skin. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 6, 221–232. PMC3790843
  • Draelos, Z. D. (2023, Maret). The Role of Skin Barrier Function in Healthy Skin. Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. https://jcadonline.com
  • Mayo Clinic Staff. (2024, Februari). Wrinkles: Prevention. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org
  • Harvard Health Publishing. (2023, Oktober). Protect Your Skin from Sun Damage. Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu
  • Cleveland Clinic. (2024, Mei). Retinol: Benefits, Uses and Side Effects. Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org
  • MS Glow. (n.d.). Essence sebagai Rahasia Perawatan Wajah ala Korea. MS Glow Official. https://msglowid.com/media/glowingjournal/essence-sebagai-rahasia-perawatan-wajah-ala-korea
  • Beauty Haul. (n.d.). Review Sunscreen From This Island: Revolusi SPF dengan Pollustop. Beauty Haul Blog. https://www.beautyhaul.com/blog/review-sunscreen-from-this-island-revolusi-spf-dengan-pollustop
  • STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung. (n.d.). Inilah 14 Manfaat Sunscreen untuk Wajah Cegah Penuaan Dini Optimal. E-Jurnal STKIP. https://jurnal.stkipmb.ac.id/inilah-14-manfaat-sunscreen-untuk-wajah-cegah-penuaan-dini-optimal-e-jurnal/
  • Halodoc. (n.d.). Rekomendasi Sunblock Wajah Terbaik agar Wajah Cerah dan Terlindungi. Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/rekomendasi-sunblock-wajah-terbaik-wajah-cerah-terlindungi
  • Ganto. (n.d.). Sunscreen vs Skin Cancer. Ganto. https://www.ganto.co/artikel/1147/sunscreen-vs-skin-cancer.html
  • 20MeFree. (n.d.). Bye Dark Spot: Ini Rahasia Kulit Cerah dan Bebas Noda. 20MeFree. https://20mefree.id/bye-dark-spot-ini-rahasia-kulit-cerah-dan-bebas-noda/
  • Vanda Violetha. (n.d.). Skincare Tipe Kulit Kombinasi Sensitif. Lemon8. https://www.lemon8-app.com/vandavioletha/7244817445176148481?region=id
  • National Center for Biotechnology Information (NCBI). (2024, Agustus). Recent Advances in Skin Care Formulations. PMC Articles. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11931094/
Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar