mamajokaa food blogger bandung

Penyakit Kusta Bisa Sembuh, Jangan Dijauhi

penyakit kusta bisa sembuh gak sih? bisa dong



Penyakit Kusta Bisa Sembuh, Jangan Dijauhi menjadi tagline mamajokaa mulai hari ini. Tagline yang muncul karena ikutan talkshow tentang kusta. Lebih dari sekedar seru, talkshow bareng Ruang Publik KBR hari ini juga memberikan insight mengenai kusta. Bahwa kusta BISA SEMBUH loh.
Wait, sebelum terpelongo-pelongo dalam hati bertanya terus gugling apa itu penyakit kusta, saya mau kasih tau dulu tentang apa itu kusta. 

Apa itu Penyakit Kusta?


Saya yakin pasti dari kita banyak yang gak tau seperti apa penyakit kusta itu sebetulnya. Ada juga yang gak peduli dan bahkan beropini, " Di keluargaku gak ada yang kena kusta, so what bother? “ …oh no my darling. Don't ever say that. Ini masalah penting loh.
Penyakit kusta adalah penyakit yang menyerang jaringan kulit dan saluran pernapasan yang diakibatkan oleh bakteri kronis. Mungkin ada yang pernah denger kata lepra atau Morbus Hansen? nah itu nama lain dari kusta.
Bakteri apa sih penyebab kusta ini? namanya adalah Mycobacterium leprae. Nah si Mycobacterium ini begitu masuk kedalam tubuh bakalan langsung menyerang sistem saraf terus merusak jaringan lain bahkan sampai ke tulang dan menyebabkan cacat hingga lumpuh.

bakteri penyebab penyakit kusta
Bakteri Mycobacterium leprae ( foto halodoc )




penyakit yang bisa bikin cacat salah satunya adalah kusta
Cacat Tangan akibat kusta ( foto halodoc)

Nah!!! garis bawahi dong, kusta bisa MENYEBABKAN KELUMPUHAN atau DISABILITAS. Nah, sudah jelas kan kenapa saya bilang ini penting dan gak bisa diabaikan? Bukan nakut - nakutin, justru sebaliknya.
Kita gak pernah tahu bakteri penyebab penyakit kusta ini bakal menyerang siapa dan kapan. Amit - amit sih, gimana kalau keluarga kita yang kena atau tetangga? akan lebih baik kan kalau kita tahu tentang penyakit ini, tahu gejalanya dan tahu harus gimana menanganinya juga tahu informasi yang valid mengenai penyakit kusta. Jadi jangan merasa gak enak sama tetangga, kalo sekiranya kita udah curigesyen ya kasih tau. Tapi dengan cara yang baik ya. 
Karena, pasti kebanyakan dari masyarakat tahunya kalau pasien kusta harus dijauhi karena menular dan bla-bla-bla. Stigma negatif juga kerap membuat penderita kusta makin merasa terpuruk sehingga sulit disembuhkan. Mirip covid lah, rame-rame dijauhi, padahal yang harus dijauhi adalah penyakitnya! bukan orang yang terkena penyakitnya!!
Beruntung saya bisa ikutan Talkshow Ruang Publik KBR dengan tagline “Yuk, Cegah Disabilitas karena Kusta!”. Dapat informasi talkshow ini melalui komunitas yang mamajokaa ikuti, yaitu 1 minggu 1 cerita. Nontonya pun sambil nunggu panggilan dokter karena hari ini jadwal lepas selang pasca operasi kantong batu empedu September lalu.

live streaming youtube tentang kusta


hadir dong di talkshowhnya kbr tentang kusta

penyakit kusta pasti sembuh selama mau berobat


Talkshow yang dihadiri dua praktisi keren yaitu Ibu Dokter Dr. dr. Sri Linuwih Susetyo, SpKK(K) yang merupakan ketua Kelompok Studi Morbus Hansen (Kusta) Indonesia PERDOSKI dan Pak Dulamin, yaitu Ketua Kelompok Perawatan Diri (KPD) Kec. Astanajapura Cirebon.
Dari talk show ini mamajokaa jadi tahu, apa sih kusta? bagaimana gejalanya? apa langkah pencegahannya dan apa obatnya? katanya bisa sembuh kan? Wait! semua bakal mamajokaa bahas ya.
 

Apa sih Gejala Kusta


Gejala utama dari tahap awal yang harus diwaspadai adalah BERCAK YANG TIDAK BIASA dan ada DALAM WAKTU YANG CUKUP LAMA , gak ilang-ilang diikuti dengan mati rasa di bercak itu. Dikasih obat pun gak ada perubahan, nah AYO SEGERA KE DOKTER!

Kalau si bercak dan mati rasa aja kurang cukup buat jadi alasan ke dokter, berikut gejala lain dari penyakit kusta, yaitu :
  1. Kulit gak berkeringat
  2. Muncul luka dari bercak tapi gak sakit atau gatal
  3. Ada pembesaran saraf di siku atau lutut
  4. Otot lemas dan lemah
  5. Mata kering dan jarang berkedip
Jadi kalau punya gejala-gejala di atas, jangan cuek - cuek aja karena menganggap ini mah bercak biasa aja. Bercak ini gak bisa sembuh kalau pake salep antibakteri biasa. Tetapi ada obat khusus yang harus dikonsumsi penderita kusta dalam rentang waktu tertentu dan juga treatment terhadap si bercak agar sembuh dan hilang sama sekali. Biasanya terapi penyembuhan penyakit kusta ini berlangsung selama 6 - 12 bulan.

Bagian Tubuh Paling Rentan Terkena Disabilitas Karena Penyakit Kusta


Bagian tubuh yang paling rentang terkena disabilitas karena penyakit kusta adalah yang berfungsi untuk kegiatan sehari-hari seperti mata, kaki, tangan dan kaki meski bercaknya ada di punggung.
Hal ini karena bercak menandakan bahwa bakteri sudah menyerang area bercak dan mulai menyerang area saraf. Nah, bagian tubuh yang dekat bercak itu yang terkena potensi disabilitas. Misal, bercak di punggung maka bagian tubuh yang rentan terkena adalah bahu, lengan dan tangan.

Penularan dan penyebaran Penyakit Kusta


Penyebaran penyakit kusta di Indonesia adalah antar manusia. Dan orang sehat bisa tertular oleh penderita yang basil atau bercaknya banyak. Tetapi jangan takut, daya tular penyakit kusta ini rendah dan tergantung pada daya tahan tubuh orang yang akan tertular.
Bicara soal bagaimana mencegah penyebaran penyakit kusta antar manusia adalah menjaga daya tahan tubuh dan sanitasi. Terkesan gak uwow banget ya, tapi itu dasar dari menjaga daya tahan tubuh loh. 
Kalau kita gak jaga daya tahan tubuh dengan baik, gak makan makanan bergizi dan seimbang, jarang olahraga, bagaimana bisa daya tahan tubuh terbentuk? kalau daya tahan terbentuk bakteri dan virus ya ogah lah bersarang dalam tubuh.
Tapi gimana nih kalau ada penderita kusta? apa yang harus dilakukan orang sehat agar tidak tertular?
Karena kusta adalah penyakit menular antar manusia, maka kalau ada penderita kusta harus segera dibawa ke dokter dan diberikan pengobatan. Ingat Ya di bawa ke dokter, bukan dijauhi terus dikurung di ruangan tertentu. Duh Tega. Mulai sekarang, gak ada lagi ya stigma kusta harus dijauhi.
Dan penderita kusta jangan merasa insecure ya, karena penyakit ini bisa sembuh kok selama mau ke dokter menjalani pengobatan dan terapi. Kabar baiknya, penderita yang sudah menjalani pengobatan dan terapi maka daya tularnya juga menurun.
Hal yang paling utama jika mengalami kusta di tahap yang agak parah, maka penderita harus tetap happy dan semangat, juga ingat selalu dengan Tuhan. Tingkat stress yang meningkat akan memperparah gejala yang dirasakan. Harus tetap sabar dan ikhlas. Ingat yaa. 
Pesan Pak Dulamin nih, “ Ikhlas dan menerima” penyakit kusta dan menjalani pengobatan adalah kunci penyembuhan penyakit kusta. Jadi begitu ada bercak yang tidak biasa itu, ke dokter ya. Belum terlambat kok, jangan nunggu sampai cacat.

Langkah Preventif Penyebaran Penyakit Kusta


Bicara soal angka, pada tahun 2017 tercatat bahwa 6,6/1 juta penduduk terkena penyakit kusta. Angka ini jauh dari angka target yaitu 1/1juta penduduk. Lantas apa sih langkah pemerintah untuk mencegah penyebaran?
Sebetulnya udah banyak kok langkahnya tapi belum maksimal aja, masih kurang. Ada lembaga non profil atau LSM, yaitu NLR Indonesia yang cocern dan fokus terjadap kusta dan disabilitas. NLR terus aktif menggaungkan isu kusta di Indonesia dan konsekuensinya. Acara talkshow KBR yang saya ikuti juga salah satu upaya menyebarluaskan informasi kusta loh. Bukan hanya itu, praktisi dokter yang concern di kusta juga banyak. Salah satunya ya Dokter Sri yang menjadi narsum talkshow kali ini.
Ada pesan penting dari Pak Dulamin sebagai penderita sekaligus praktisi pemerhati penyakit kusta bersama kelompok KPD di Cirebon adalah : 
Adanya harapan pemerintah lebih banyak memberikan informasi melalui media seperti flyer, poster dan lain sebagainya di puskesmas. Poster yang mencantumkan informasi lengkap mengenai penyakit kusta. Bahwa obatnya ada dan bisa diperoleh secara gratis.
Hal ini pun di sepakati oleh Ibu Dokter Sri Linuwih Susetyo yaitu bersama kita bisa, berintergasi, keroyokan dan jemput bola karena kusta bisa disembuhkan.

Yuk Bantu Penyebaran Informasi Penyakit Kusta


Sekarang, sahabat mamajokaa udah tau kan apa itu kusta dan bagaimana cara mencegah penyebaran penyakit kusta? udah gak ada lagi stigma  kan ya?
Nah sekarang giliran kita dong yang bantu pemerintah, Dokter Sri Linuwih Susetyo dan juga Pa Dulamih untuk menyebarluaskan informasi mengenai penyakit kusta. Caranya? jangan hanya komen di artikel ini, tapi juga share di social media kalian dan ajak teman-teman netizen untuk lebih aware dan peduli tentang penyakit kusta. Jangan menyerah untuk menyebarluaskan informasi kusta ya. 
Tunggu apa lagi? stop dulu nonton drakornya. Share artikel ini sekarang juga! (^_^)

Salam sehat,
Mamajokaa

38 komentar

  1. Hal yg menyedihkan dulu di lampubmerah Batuceper banyak pengemis penyandang kusta. Semoga mereka bisa berkehiduoan yg lebih baik.

    BalasHapus
  2. Aku juga ikut webinar ini Mba, semakin tercerahkan klau kusta nyatanya bisa sembuh yaa, dan penderitanya gak boleh di kucilkan.. semangatnya Pak Amin luar biasa

    BalasHapus
  3. Jadi inget punya temen sekolah dulu kena kusta juga. Sedih ya. Dan aku baru tau loh teh ternyata kusta bisa sembuh. Happy dengernya.

    BalasHapus
  4. Wah ternyata kusta bisa sembuh yaa, memang harusnya edukasi masyarakat tentang kusta semakin gencar, supaya makin banyak yang peduli dan gak menjauhi penderita kusta

    BalasHapus
  5. Benar sekali. Tidak harus takut sampai menghindari atau mengucilkan penderita kusta, karena kusta bisa disembuhkan. Aku juga pernah nulis tentang kusta ini di blogku.

    BalasHapus
  6. ah iya, kusta bisa diobati
    penderita kusta tidak seharusnya dikucilkan
    mereka busa sembuh

    BalasHapus
  7. Banyak baca ,cari tahu jadi lebihbpaham dan lebih teredukasi supaya nggak asal menjudge ya kak. Terima kasih infonya & tips masukannya

    BalasHapus
  8. Ternyata masih banyak diskriminasi terhadap penderita kusta ya.. sebuah insight bagu untuk saya

    BalasHapus
  9. Ternyata berbahaya juga ya penyakit kusta, busa menyebabkan kelumpuhan. Berarti harus secepatnya di obati sampai tuntas ya

    BalasHapus
  10. Kupikir penyakit kusta tuh udah ngggak ada lo di Indonesia, ternyata masih jadi PR besar negara ini ya. Senang deh masih banyak yang aware dan mau mendukung penderita kusta untuk tetap bertumbuh.

    BalasHapus
  11. Jika informasi yang kita dapatkan valid, insya Allah ya penanganannya juga jadi tepat. Semoga aja nggak ada stigma negatif lagi tentang kusta di INdonesia dan kusta atau lepra bisa segera berangsur berkurang di INdonesia. Beruntung masih ada lembaga kayak KBR yang concern membantu mengedukasi seputar kusta....

    BalasHapus
  12. Bener banget mbak, meskipun kita ga kena kusta, tapi bisa aja ada penderita kusta yang kita temui. Dan kudu belajar untuk ga menstigma mereka. Apalagi penyakit kusta sebenarnya bisa disembuhkan

    BalasHapus
  13. Sepakat banget penyakit kusta busa disembuhkan. Asal ketahuan dan langsung berobat ya mbak

    BalasHapus
  14. Semoga dengan adanya acara Talkshow ini, masyarakat dapat mengubah stigmanya terhadap para pengidap penyakit Kusta yaa Kak. Apalagi zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, penyakit kusta ternyata dapat disembuhkan.

    BalasHapus
  15. Bener banget. kebanyakan mereka pada jauhin tuh kenapa sih yak huhu padahal jugaa nularnya ngga semerta2 ketika deket auto nular gituu. Makanya stigma negatif ke penderita kusta ngga kelar2 :((

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Nah, sebagian org mengira penyakut kusta ini gak bisa sembuh dan menular ya... Ternyata bisa diobati dan kita tak perlu takut jika melihat penderita penyakit kista, karena emg sudah ada obatnya ya mba...

    BalasHapus
  18. Penderita kusta seringkali dijauhi dan dikucilkan karena dianggap penyakit kutukan dan menular. Semoga dengan edukasi yang berkelanjutan ini bisa mematahkan stikma tentang penyakit kusta. Bukan hanya pemerintah namun kita yang sudah paham tentang penyakit ini, bagaimana pencegahannya serta pengobatannya harus ikut serta mengedukasi kepada masyarakat yang belum paham tentang kusta. Bahwa kusta bisa disembuhkan karena ada obatnya.

    BalasHapus
  19. Ya, udah lama banget kusta ada obatnya tetapi banyak yang belum menyadari. Jadinya khawatir berlebihan, deh

    BalasHapus
  20. Aku belum pernah lihat secara langsung penyandang kusta. Jangan sampai lihat lagi karena harapannya semua masyarakat Indonesia sehat-sehat ya.

    BalasHapus
  21. Ada nih tetanggaku, Kak. Dia meninggal katanya karena penyakit kusta. Dan para tetangga yang tahlil kan biasa dikasih bingkisan gitu. Kadang nasi sebungkus dan air segelas. Nah, banyak yang nggak mau makan nasinya karena takut ketularan gitu.

    Masih sekhawatir itu sih di desaku dengan kusta. Mungkin karena kurangnya edukasi sama kekhawatiran penderita untuk periksa kali ya....

    BalasHapus
  22. Penyakit kusta mungkin kayak penyakit TBC dulu ya
    Jangan dijauhi, justru diobati sampai sembuh
    Toh sekarang udah ada obatnya

    Nah, sekarang kita harus selalu jaga kebersihan
    Itu sih kuncinya

    BalasHapus
  23. aku pernah ikut webinar ini, mbak. Dan aku juga tercerahkan, ternyata penyakit kusta bisa disembuhkan bisa diatasi dengan baik, asal penderita konsisten dan punya keyakinan kalau sembuh

    BalasHapus
  24. Informatif sekali..
    Ini bisa menjadi sumber informasi mengenai pentingnya pengetahuan mengenai penyakit kusta yang selama ini infonya simpang siur. Sedih sekali mendengarkan bahwa kusta adalah penyakit kutukan dan kemudian menjadi diasingkan.

    Kudu diwaspai ketika muncul tanda-tanda yang ada. Segera periksa dokter agar mendapatkan penanganan lebih awal.

    BalasHapus
  25. Sudah paham gejalanya, dan tahu tentang penyakitnya maka bisa mendukung yang bergejala untuk lekas berobat, karena memang masih dapat disembuhkan. Pertolongan cepat pasti bermanfaat

    BalasHapus
  26. zaman sekarang kan obat berkembang ya.. pandangan pun harusnya juga semakin berkembang. dulu waktu aku kecil inget banget banyak yang menjauhi orang2 yang kena penyakit kusta dan memandangnya buruk. padahal mereka sebetulnya butuh pertolongan dan pengobatan yang tepat ya.

    BalasHapus
  27. Informasi seperti ini yang memang banyak orang yang tidak tahu. Parahnya lagi banyak masyarakat yang membuat sentimen negatif bagi penderita kusta sehingga proses penyembuhannya bakal terganggu juga. Maka dari itu sebaiknya kita sama-sama memahami bahwa penyakit kusta itu bisa sembuh Dan berusaha mendorong penderita agar sabar dan rutin menjalani terapi.

    BalasHapus
  28. Iiih aku pernah ikutan webinar soal kusta ini dan emang sedih banget ya sama nasib orang-orang yang sedang dan pernah mengalami kusta. Stigma negatifnya susah dihindari. Semoga kita makin bisa menerima mereka yang udah sembuh dari kusta dan bersikap adil ya kak

    BalasHapus
  29. ini kayanya masih banyak stigma di masyarakat ya makanya penderita kusta seringkali dikucilkan terutama di daerah-daerah pelosok yang kurang terpapar informasi

    BalasHapus
  30. iya, dengan penanganan yang tepat penyakit kusta bisa disembuhkan
    jadi harusnya tidak. boleh lagi ada stigma negatif terhadap penyitas kusta ini ya mbak

    BalasHapus
  31. wah sayang ga bisa ikutan acaranya ya padahal ilmunya pastinya banyak banget ini, jadi nambah pengetahuan baca artikel ini mengenai penanganan kusta dan juga bagaimana cara menghadapi orang yang mempunyai penyakit kusta

    BalasHapus
  32. Acara kayak gini seharusnya memang disuarakan ya mbak, mengingat banyak sekali stereotip negatif terhadap penderita kusta

    BalasHapus
  33. Bener banget, kusta itu dari bakteri sehingga sebenarnya bisa disembuhkan asal berobat dengan rutin. Sedih kalau ketahuan nya telat/ga berobat rutin akhirnya bisa sampai disabilitas

    BalasHapus
  34. Pernah ikut talkshow dengan tema yang sama dan saat itu baru tahu ternyata penyakit kusta ini ada obatnya dan penderitanya bisa sembuh asal ditangani dengan cepat dan tepat. Cuma sayangnya masih banyak stigma negatif pada penderita kusta sehingga mereka pun malu atau enggan untuk berobat sedini mungkin. Untuk itu mereka memang butuh support dari orang2 di sekelilingnya, bukan lantas dijauhi yang membuat mereka malah down dan tidak mau berobat.

    BalasHapus
  35. Kemarin saya ikutan talkshow ini juga, kaget saat disajikan data masih 6,6 per 1 juta dari seharusnya kurang dari 1 per satu juta orang. Jadi PR bersama untuk terus mengedukasi masyarakat. Beruntuk ada KBR Ruang Publik yang saya lihat sangat konsen dengan kesehatan, utamanya Kusta ini.

    BalasHapus
  36. Pengobatannya kayak TBC ya mba, harus 6-12 bulan.

    Dulu mindsetku juga kusta itu ga bisa sembuh dan nular banget. Ternyata bener2 salah. Tapi memang dulu informasi ttg kusta jarang banget. Jadi wajar kalo dapat infonya pada serem2.

    At least dengan tahu gejalanya apa, dan penyebabnya, jadi bisalah jaga2 dan mencegah sejak dini 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak fanny, aku jadi inget sahabatku juga pernah TBC dan berobat selama 6 bulan gak boleh putus. aku malah tau kusta awalnya dari film, sering dikasih visual penderita kusta yang agak spooky. padahal gak seseram itu sih. kebayang ya dulu kaya gimana menderitanya mereka, obat belum ditemukan dan jadi korban stigma juga. sekarang udah gak gitu lagi, makanya ini salah satu cara juga bagi kita bantu menyebarkan informasi soal kusta

      Hapus
  37. edukasi ini meman perlu banget untuk terus digaungkan ya mbak, karena memang nyatanya banyak yang dikucilkan dari lingkungan sosial padahal juga mereka belum tahu gimana proses pengobatannya :(

    BalasHapus