tips biar gak jadi orang gak enakan
free images from unsplash


Awal Jadi Orang Gak Enakan


Berawal dari keharusan memenuhi permintaan sang ayah secepat kilat tanpa cela, ayunda tumbuh menjadi orang gak enakan. Menjadi orang gak enakan menjadi profesi yang sudah dia tekuni sejak kecil. Jika tidak, murka ayahanda akan ia terima. Takut akan murka dan hukuman yang mungkin diterima, ayunda mengiyakan segala permintaan dan perintah ayahanda tanpa protes apalagi demo.

Pemberontakan hanya bisa dia lakukan dalam khayalan yang sering ia lakukan sebelum tidur hingga terbawa mimpi. Lantas terbangun dengan realita yang sama keesokan harinya. Nampaknya hal ini menjadi benih sugesti alam bawah sadar dia yang kerap muncul ketika dia berhubungan dengan orang lain terutama orang terdekat, yaitu teman.

Ayunda menjadi orang gak enakan bukan hanya pada ayahnya, tapi pada teman - temannya. Dia merasa tidak enak jika harus menolak ketika temannya meminta bantuan. Daripada melihat temannya kecewa, Ayunda kerap menawarkan bantuan bahkan tanpa diminta. Intinya Ayunda merasa tidak enak jika tidak bisa ikut berkontribusi.

Mengapa? Ingin dicap sebagai orang baik dan penolong? bisa jadi . Kemungkinan lain adalah, ayunda sulit menolak dan membenci penolakan. Dia benci di jauhi lalu kehilangan teman. Lebih baik dia menjadi people-pleaser daripada kehilangan teman. Bayangan kekecewaan orang lain ketika menerima penolakan darinya menjadi mimpi buruk bagi ayunda.Takut mengecewakan dan berakhir tidak memiliki teman.

Ayunda juga tipe pemegang motto motor honda yang selalu terdepan, yang terdepan dalam menawarkan segala bantuan. Ayunda menjadikan sifat people-pleaser nya menjadi kunci utama dia bersosialisasi dengan orang lain. 

Dia merasa takut kalau dicap sebagai orang tidak berguna. Jika dia punya kekuatan super power, dia ingin menyenangkan semua orang tanpa cela. Bahkan, Ibarat Stockholm Syndrome walau terkadang dia kerepotan, Ayunda tidak bisa berkata tidak. Dia merasa gak enak jika harus menolak permintaan orang lain walau dia sendiri sedang dalam kapasitas tidak mampu. Misal lelah, bad mood atau memang dia tidak bisa. Demi memuaskan dan menyenangkan teman, perkara tidak bisa ini bukan hal sulit bagi Ayunda. Dia akan berusaha semaximal mengulik apa yang tidak bisa dia lakukan.

Ayunda yang sudah menjadi orang gak enakan, tentu merasa tidak enak jika harus melakukan penolakan. Pernah Ayunda melakukan penolakan, seketika perasaan gak enak menyeruak dalam dada. Ayunda Pun mengalami kesulitan tidur dan terus dibayangi perasaan bersalah hingga berhari-hari.

Bukan hanya itu, ketika temannya melakukan kesalahan padanya maka Ayunda akan berubah menjadi malaikat dan memaafkan secepat kilat tanpa argument. Mengapa Ayunda bisa melakukan semua itu? menjadi people-pleaser dan orang gak enakan?

Nampaknya ini berhubungan dengan penilaian terhadap diri sendiri, minder dan perasaan takut kehilangan teman. Bukan hanya soal memuaskan permintaan orang lain, Ayunda juga kerap meminta maaf untuk kesalahan yang tidak dia lakukan. Apalagi untuk kesalahan yang memang tidak dengan sengaja dia lakukan, dia akan meminta maaf seperti seorang pendosa besar. Meminta maaf berkali - kali hingga orang lain merasa jengah.


Titik Balik


Pada suatu masa, Ayunda mengerjakan tugas mata kuliah bersama tiga teman kuliahnya yang lain. Mereka satu kelompok dalam satu mata kuliah selama satu semester. Sebuah tugas kuliah berupa presentasi yang harus selesai dikerjakan dalam waktu seminggu.

Seperti biasa Ayunda menawarkan pengerjaan interview dan mengambil data. Sementara tiga teman lainnya bertugas mengolah data, mengetik, print laporan dan menjilid. Slide presentasi siapa yang mengerjakan? siapa lagi kalau bukan Ayunda? diantara temannya yang lain Ayunda dinilai yang paling memiliki nilai artistik walau gak bagus- bagus amat .

Tugas presentasi milik kelompok Ayunda berhasil mendapat nilai bagus. Dan disetiap tugas kelompok mereka berhasil mendapat predikat kelompok terbaik. Tentu sebuah prestasi yang membuat Ayunda dihujani pujian dari teman-temanya. Pujian atas kerja kerasnya mengumpulkan data dan membuat slide presentasi yang bagus. Ayunda tentu merasa sangat bangga.

Namun kerjasama ini tidak selalu berjalan mulus layaknya porselin. Beda pendapat dan pertengkaran kecil kerap terjadi. Namun Ayunda lebih banyak mengalah dan menerima semua masukan, kritikan dan koreksi dari teman - temannya. Dia tidak mampu menolak, protes atau bahkan membuka pendapatnya sendiri. Mengapa? karena setiap kali dia membuka suara maka opininya akan dibantai habis oleh teman- temannya dan dianggap tidak valuable. Rupanya peran Ayunda dalam kelompok tugasnya hanya sebagai kacung.

Iya, kacung pengumpul data dan penyaji bahan presentasi. Karena sikapnya yang tidak tegas membuat segala opininya dinilai kurang akurat dan tepat. Kurang kredibel lah istilahnya. Jadi demi menghindari pertengkaran, Ayunda lebih memilih iya-iya saja. Kalau di film-film, peran Ayunda ini mirip looser ya?

Hingga akhir semester, tugas ayunda sebagai kacung masih dilaksanakan dengan baik. Tugas terakhir pun akan segera rampung. Seperti biasa Ayunda bertugas melakukan wawancara dan mengumpulkan data statistik serta membuat slide presentasi setelah laporan dibuat oleh teman-temannya yang lain. Mungkin karena pada saat itu Ayunda sedang berada dalam kondisi lelah, ayunda salah input data di slide presentasi. Hal ini berakibat pada gagalnya kelompok tugas Ayunda memperoleh nilai bagus.

Tentu, teman-temannya berang dan marah. Namun kali ini Ayunda tidak tinggal diam seperti biasanya.

Yess! Soal kesiapan melakukan interview hingga ke pelosok, siang hari panas - panasan atau kena hujan tentu Ayunda jagonya, namun hal ini berdampak pada penilaian orang lain yang menganggap Ayunda sempurna tanpa cela. Akhirnya ketika Ayunda melakukan kesalahan, orang lain tidak akan segan protes dan mengoreksi kesalahan dia dengan bahasa yang menurut ayunda kasar. Sekali - dua kali perkataan temannya mungkin akan diabaikan karena dia lebih menghargai pertemanan.

Tapi, kucing saja kalau ekornya di injak akan balas menyerang. Ayunda pun sama. Walau Ayunda memang termasuk orang gak enakan, kalau terlalu sering diperlakukan “kasar” ketika dia melakukan kesalahan dia akan membangun benteng pertahanan. Pasalnya, ketika teman satu kelompoknya melakukan kesalahan, misal laporan belum di jilid padahal besok harus diserahkan, dengan segera Ayunda memaafkan tanpa protes dan inisiatif menjilid meski sudah larut malam. Dan hal ini sering dia lakukan.

Akhirnya Ayunda merasa diperlakukan tidak adil ketika teman-temannya marah akibat kesalahan dia di tugas terakhir. Ayunda mulai berpikir dia tidak bisa selamanya menyenangkan orang lain. Mau dia kerja keras ataupun tidak, saat dia melakukan kesalahan maka orang lain hanya akan melihat satu kesalahan dia dan lupa dengan ribuan kebaikan yang sudah dia lakukan.

Kali ini Ayunda melawan. Dia membela diri dan mengemukakan fakta kesalahan teman-temannya yang harus ditanggung walau dia kelelahan. Kali ini dia mencoba cuek dengan perasaannya sendiri. Ayunda mulai cuek dan berani bertindak untuk kesehatan mentalnya. Ayunda ingin bangkit menjadi orang yang memiliki prinsip dan tegas.

Bukan tanpa tim hore, selain karena jengah diperlakukan tidak adil, perubahan sikap Ayunda ini merupakan dampak positif dari membaca buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson.

Tentu sikap Ayunda ini membuat teman sekelompoknya tercengang dan tidak menyangka. Gadis yang biasanya manggut - manggut saja bisa berontak dan membela diri. Perubahan sikapnya ini memang berakibat timbulnya permusuhan antar teman. Tapi Ayunda tidak menyesal. Apakah ini sepadan? tentu. Karena teman yang baik akan berkata lemah lembut saat temannya melakukan kesalahan dan ikut membantu memperbaiki kesalahan. Bukan sekedar protes tanpa aksi. Jelas teman satu kelompoknya bukan teman yang baik.

Kamu Bukan Malaikat, Berhentilah Menjadi Orang gak enakan


Ada banyak Ayunda - Ayunda di luar sana dengan gejolak batin dan permasalahan yang sama. Seperti kamu misalnya. Iya kamu yang sedang membaca tulisan ini dan merasa seperti Ayunda di kehidupanmu.

Berhentilah menjadi orang gak enakan. Karena rasanya sungguh gak enak. Agama memang mengajarkan untuk selalu berbuat baik dan menawarkan bantuan tanpa diminta karena bernilai pahala. Tapi kamu bukan malaikat dan tidak punya super power untuk selalu bisa mengerjakan semua hal dan menyenangkan banyak orang.

Berbuat baik sampai batas tidak wajar seperti mengabaikan kesehatan baik fisik terlebih mental sangat tidak disarankan. Jangan sampai setelah berbuat baik dengan “terpaksa” berujung kamu mengalami mental breakdown. Lantas bikin puisi galau dan disematkan di semua status sosmed yang kamu punya.

Sebetulnya, respon dan sikap orang - orang terhadap kamu gak salah-salah amat. Sikap kamu yang jadi orang gak enakan dan gak tegas sudah sewajarnya membuat orang-orang disekitarmu berasumsi bahwa kamu orang serba bisa dan woles. Jadi orang bisa dengan tidak sengaja memperlakukanmu seenak jidat. Mereka gak bener - bener niat ngeremehin kamu lho, nyatanya mereka bergantung dengan skill yang kamu punya tapi juga dengan tidak sengaja memperlakukanmu layaknya keset welcome. itu karena kamu tidak tegas dengan posisi kamu sendiri.

“ Ah si A mah bisa lah ngerjain ini “
atau
“ Ah si A mah dimarahin juga ntar ngajak baikan lagi”

Dua kalimat itu bisa jadi merupakan persepsi yang mereka miliki tentang kamu.

Lantas Aku Harus Bagaimana?


Pertama, 

Latihan berkata TIDAK saat kamu dimintai bantuan tapi kamu sedang dalam keadaan gak mampu. Misal cape, badmood atau emang kamu gak bisa ngerjainnya karena gak punya skill. Jangan sekali - kali memaksakan diri untuk mencoba. Kecuali sepadan dengan hasil yang bakal kamu punya, Misal kamu diminta manjat pohon kelapa setinggi 30 meter, gile aja!! emang kamu elastic girl? kecuali dengan belajar naik pohon kelapa bisa bikin kamu berani ikutan panjat tebing, ya oke-oke aja.

Kedua, 

Belajar cuek dengan pendapat orang lain atau kemungkinan - kemungkinan yang kamu pikirkan tentang pendapat orang lain mengenai kamu. Abaikan suara setan dalam benakmu yang membuatmu berpikir orang bakalan berfikir negatif tentang kamu kalau kamu menolak permintaan mereka.

Kadang permasalahan utama adalah kamu terlalu baper dan overthinking dengan banyak hal, termasuk opini publik. Padahal sih opini publik hanya akan terbentuk karena ada aksi dan reaksi dari diri kamu sendiri. Walaupun toh kamu menolak permintaan orang lain, gak akan jadi masalah sebetulnya buat orang tersebut. Kalau kamu gak bisa ya dia bakalan nyari orang lain. Berhenti memiliki motto, “ sagala hayang diraup ku siku “ yang artinya, berhenti berusaha menghandle segalanya.

Ketiga, 

Berhenti mengucap maaf berkali - kali saat menolak atau saat melakukan kesalahan, Cukup satu kali saja. Ucapkan dengan tegas. Itu saja sudah cukup. Dengan berkali - kali meminta maaf pun tidak akan mengubah keadaan, Yang ada mereka hanya merasa jengkel karena mereka sudah feel oke dengan penolakan kamu atau malah sudah memaklumi kesalahanmu.

Keempat, Terima resiko.


Berbeda pendapat atau argumen itu kerap terjadi. Seperti kasus Ayunda, ada kemungkinan kamu juga akan mengalami hal yang sama ketika merubah sikap menjadi tegas. Yaitu kehilangan pertemanan. Terima resiko itu dengan lapang dada. Mengapa? dengan begitu kamu akan bisa lebih melihat mana teman yang memang layak menjadi temanmu dan yang tidak.

Empat poin di atas bukan tips ya, hanya saran. Ibarat lagu, semua terserah padamu. Mau move on dari menjadi orang gak enakan atau gak.

Waduh, Saya termasuk Kategori Teman si Ayunda nih

Well, pahamilah guys bahwa sebagai teman yang baik, sebaiknya kamu bisa lebih bersikap dan berkata lemah lembut bahkan ketika marah pada temanmu. Jangan mentang - mentang kamu merasa fine aja dengan temanmu yang selalu patuh lantas seenak jidat bersikap. Justru karena kamu teman baik maka harus lebih menjaga sikap dibandingkan kepada orang lain. Teman baik susah dicari lho. Apalagi yang selalu setia ada di sisi terburukmu dan selalu menyemangatimu.


Jangan meminta tolong terlalu sering. Walaupun terpaksa mintalah dengan baik-baik dan tanyakan apakah dia sedang sibuk atau tidak. Dan mintalah ketika kamu memang benar-benar tidak dapat melakukannya sama sekali.


Satu lagi, jika temanmu melakukan kesalahan atau lupa , ingatan dengan baik-baik. Sekiranya dia lupa, bukan hal besar sebetulnya. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan untuk meringankan pekerjaannya. Tidak perlu menggerutu lantas marah-marah. Mengapa? coba perhatikan, apa dia pernah protes saat kamu lupa? marah-marah saat kamu melakukan kesalahan?


“Tapi temanku ini selalu lupa dan selalu bikin kesalahan” , ya sudah maklumi - pahami dan maafkan. That's what are friends for.
Tidak Percaya Tuhan




Ketika Kamu Tidak Percaya Tuhan, apa yang akan kamu lakukan? marah lantas meninggalkan sholat? mengapa kamu sampai tidak percaya Tuhan? Tidak percaya Tuhan atau marah pada Tuhan?

Saya tahu, gelombang kehidupan bisa begitu dahsyatnya. Keterpurukan tidak hanya akan dialami satu atau dua kali. Bisa jadi berkali - kali. Adalah hal yang sangat manusiawi ketika pada akhirnya kita mempertanyakan keberadaan Tuhan, Allah SWT.
Benarkah Allah itu ada? bukan hanya isapan jempol semata? atau ciptaan seorang manusia yang putus asa? bukti ilmiah nya apa? apa yang membuktikan Allah itu ada? Lantas jika memang Allah ada, mengapa hidup saya selalu terpuruk? ini tidak adil! saya marah!
itulah pertanyaan yang sering saya rasakan ketika terpuruk. Rupa-rupanya hasil mengaji dan mengeruk ilmu agama sejak usia belia tidak mampu menopang tiang keimanan saya. Bahkan ujian yang berkali - kali datang menghampiri saya sejak kecil tidak lantas membuat iman saya semakin kuat. Bahkan di usia saya saat ini.

Menumbuhkan kembali rasa percaya sama sulitnya dengan mengembalikan kepercayaan saat kita dikhianati teman atau pacar yang selingkuh. Terlebih jika kita disakiti teramat sangat.

Lantas yang teringat ucapan sahabat saya semata wayang,
Iman itu perlu di pupuk. Solat perlu dipaksakan dan mulailah dengan membaca satu ayat saja dari Al Quran. Paksakan! 
Lalu ketika iman saya terlempar jauh, saya coba melakukannya. Hasilnya memang bukan solusi dari permasalahan yang saya dapat, tapi ketenangan hati. Melalui ketenangan hati inilah maka saya dapat mencari solusi dari permasalahan saya.

Random gak sih? jadi, saya sedang mengalami beberapa permasalahan yang dirasa cukup berat. Pertemanan yang tidak sehat, usaha yang mandek dan proyek yang berkali-kali memperlihatkan titik terang tiba-tiba sirna begitu saja tanpa progress sama sekali. Dalam keadaan hati bimbang saya bekerja dalam keadaan tidak fokus. Akibatnya, satu proyek yang sedang saya kerjakan hampir lepas dari tangan saya sepenuhnya.

Tapi Allah masih menyelamatkan saya bahkan dalam situasi saya “marah” pada Allah. Masih dalam ibadah yang dipaksakan, saya berdoa memohon agar proyek saya tidak lepas begitu saja. Alhamdulillah, pimpro berusaha menyelamatkan saya dari kesalahan yang saya buat karena tidak fokus. Dan saya masih mendapatkan fee walau hanya setengahnya. Itu saja sudah cukup bagi saya membayar tagihan - tagihan.

Kemudian saya tersadar, Allah sama sekali tidak membutuhkan manusia. Tetapi kita manusia yang membutuhkan Allah. Bagaimana iman saya bisa bertambah kuat jika sholat saja selalu di akhir waktu, tadarus jarang dan tahajud hanya dikerjakan saat kepepet?

Bagaimana iman bisa terus tumbuh jika ruh jarang diberi makan nasihat dan tausiah. Hati tak pernah diperdengarkan lantunan ayat Al Quran dan mulut langka berdzikir?

Bagaimana Allah akan masuk dan menetap dalam hati? dalam keadaan masih bingung saya membuka terjemahan dan tidak sengaja menemukan ayat ini,

Katakan lah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembali lah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah diri lah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat di tolong (lagi). (QS. Az Zumar {39} : 53-54).

 dan ayat ini

Wahai anak Adam selama engkau masih berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni engkau apa pun yang datang darimu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam walaupun dosa-dosamu mencapai batas langit kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, Aku akan ampuni engkau dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan sepenuh bumi dosa dan engkau tidak menyekutukan-Ku, maka Aku akan menemuimu dengan sepenuh itu pula ampunan. (HR. At-Tirmidzi no.3540)

La Tahzan, La Tahzan. Jangan bersedih. Dalam situasi apapun, Allah selalu ada di sisimu dan menemanimu. Sapalah hati agar lebih dekat Dengan-Nya.

Bukan perkara kamu tidak percaya Tuhan, tapi kamu marah pada Tuhan. Layak kah kamu marah pada DZAT maha kuasa memberikan segalanya saat kamu meminta? Mintalah, mintalah dan mintalah. Saat kamu sakit lalu berserah diri dan Allah sembuhkan dengan caraNya, masih ingat kan?

Manusia memang egois, kamu egois dan aku egois. Hanya berlari pada Allah saat terjatuh dan lupa saat mendapat apa yang diinginkan. Kembalilah padaNya segera, saat ini juga sekarang juga,

Ambil air wudhu dan bertobatlah, Mulai lah dengan hari yang baru. Hari yang selalu ada Allah dalam hati dan pikiranmu.






quote-motivasi-diri


Disepanjang perjalanan saya menggapai impian dan karir, ada satu quote yang selalu saya pegang dan saya gunakan sebagai senjata ampuh ketika saya berada dalam kondisi down.

“ Kamu boleh menyerah kapan saja, tapi tidak sekarang”

Quote ini berhasil membuat saya bertahan dan bangkit lalu melanjutkan usaha saya untuk meraih apa yang ingin saya lakukan.

Perjalanan Menemukan Impian


Menurut hukum Law Of Attractions, masa depan seseorang itu dibentuk oleh persepsi dan konsep terhadap diri sendiri. Jika kita menanamkan sugesti pikiran yang baik maka outputnya pun akan baik. Konsep diri atau sugesti ini bisa disebut juga cita - cita. Tidak salah memang, karena faktanya banyak orang yang sukses dan berhasil dikarenakan mengikuti keinginan atau cita-citanya sejak kecil.

Tetapi, tidak sedikit pula orang yang memegang teguh pada cita- cita sejak kecil tidak berhasil di bidang yang dia cita-citakan. Persoalannya bukan terletak pada fokus atau tidak fokus, tapi kepada takdir. Sebagai umat yang beragama, tentu kita tidak boleh tiba-tiba amnesia terhadap hal yang satu ini.

Ketika apa yang kita usahakan dengan segenap kekuatan dan pengorbanan yang tidak mudah pada akhirnya tidak berhasil, maka menerima ketentuan Allah adalah suatu keharusan. Seperti cerita perjalanan saya dalam mewujudkan cita-cita yang sudah saya ukir sejak saya kecil.

Saya percaya, setiap orang memiliki cita-cita. Menjadi Dokter, Guru, Pelukis, Penyanyi, Pengusaha dan lain sebagainya. Saya juga demikian. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah bercita-cita menjadi Pelukis, Ilmuwan atau Arsitek. Sebuah cita-cita yang saat itu saya anggap hanya sebatas keinginan saja, belum mendarah daging di dalam hati dan pikiran saya.

Mengapa? karena saat itu saya masih belum paham menjadi pelukis itu seperti apa dan bagaimana. Apalagi menjadi Arsitek dan ilmuwan. Saya memilih cita-cita menjadi Arsitek dan Ilmuwan dikarenakan cerita menarik dari ayah saya tentang profesi ini. Juga kegemaran saya membaca buku ensiklopedia untuk anak dan remaja dan para penemu hebat.

Meski tidak paham, kenyataannya apapun yang saya suka dan lakukan sebagai hobi memang tidak jauh dari dunia seni lukis , arsitektur dan ilmu pengetahuan. Saya senang menggambar sejak kecil dan kebetulan saya juga senang menggambar rumah. Hobi yang berlanjut hingga saya remaja. Bahkan ketika SMP saya pernah membuat kelompok ilmiah remaja.

Memilih Sekolah Teknik Menengah


Setelah lulus SMP, kecintaan saya terhadap ilmu pengetahuan menjadi bahan pertimbangan saya dalam menentukan jenjang pendidikan sekolah menengah atas selanjutnya. Bisa dibilang, saya Termasuk siswa yang anti mainstream dan tidak ingin seperti teman - teman saya yang lain yang memiliki ke SMA Umum, saya memilih melanjutkan ke Sekolah Teknik Menengah atau STM.

Sedikitnya informasi mengenai berbagai jurusan STM membuat saya melanjutkan sekolah tingkat atas ke STM Kimia jurusan Kimia Industri yang sekarang berganti nama menjadi SMKN 7. Memang agak menyimpang dari cita-cita saya menjadi Arsitek, tapi sedikit lebih dekat dengan cita-cita saya menjadi Ilmuwan.

Laboratorium menjadi arena bermain saya selama tiga tahun lamanya. Rasanya tentu senang luar biasa karena “bermain” praktikum kimia, mulai dari Kimia Dasar hingga Kimia Analisa dan Biokimia.

Gagal Masuk ITB dan Polban

Ketika teman-teman STM saya sibuk melamar pekerjaan setelah lulus sekolah, saya sibuk mencari dan memilih Universitas. Ya, alhamdulillah saya termasuk yang beruntung dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Universitas.

Lupa akan cita-cita saya menjadi arsitek, saya memilih kampus dengan jurusan yang sejalan dengan pendidikan saya di STM yaitu Kimia Industri. Saya pun mengikuti UMPTN dengan pilihan Fakultas Teknologi Industri jurusan Teknik Kimia ITB dan Program Diploma Jurusan Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (UNPAD) sebagai pilihan kedua.

Lalu berhasil kah saya? tidak, tapi saya lulus di UNPAD. Tentu saya kecewa dan bingung walau saya lulus di UNPAD. Karena, satu-satu nya pilihan saya agar bisa melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri yang sesuai dengan apa yang saya pelajari selama di STM hanya di ITB. Saya tidak putus asa, akhirnya saya mencoba mengikuti Ujian di Perguruan Tinggi Swasta yang memiliki jurusan Teknik Kimia di Politeknik Bandung ( POLBAN ).

Lalu berhasilkah saya? tidak. Saya kembali kecewa dan bersedih hati. Akhirnya daripada saya tidak melanjutkan kuliah, saya menerima melanjutkan kuliah di UNPAD. Setidaknya saya tidak terlalu kecewa, karena pertanian juga merupakan bidang ilmu yang cukup saya sukai.

Gagal Melanjutkan Jenjang Strata 1 dan Bekerja


Setelah saya lulus Diploma, saya berniat untuk kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang S1. Masih memilih Fakultas Pertanian, saya berpikir untuk melanjutkan pendidikan dengan jurusan yang berbeda, yaitu Agroteknologi. Saya rindu kembali “bermain” dengan laboratorium dan ingin mempelajari teknologi pertanian lebih lanjut setelah sebelumnya kenyang mempelajari manajemen bisnis pertanian selama tiga tahun.

Lalu berhasilkah saya? tidak. Saya gagal bahkan sebelum mencoba. Ini yang dinamakan takdir. Ketika Ayah saya menyetujui rencana pendidikan saya, Allah memberikan saya ujian yang cukup berat. Ujian yang membuat saya tidak dapat melanjutkan pendidikan, yaitu tentu mengenai biaya pendidikan. Ayah tersandung kasus korupsi atasannya sehingga berimbas pada karir ayah di kantor. Hal ini akhirnya berdampak juga pada rencana saya melanjutkan kuliah.

Kegagalan berulang selama mewujudkan cita-cita membuat saya mengalami mental breakdown. Saya merasa hilang tujuan dan harapan. Saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan dan capai. Rasanya, semua cita-cita saya musnah dan terasa sulit untuk diwujudkan.

Tapi hidup harus terus berjalan bukan? kesedihan dan kekecewaan tidak akan membuat dunia ini berhenti berputar hanya untuk saya.

Bekerja Sebagai Pelayan Restoran

Akhirnya saya memutuskan untuk melamar pekerjaan. Selama satu tahun saya melamar ke berbagai perusahaan dengan beragam jenis posisi pekerjaan. Mulai dari supervisor lapangan, administrasi hingga waitress.

What? waitress? ya, pelayan restoran. Cukup getir memang, mengingat saya memiliki ijazah Diploma tetapi melamar pekerjaan yang hanya membutuhkan kualifikasi pendidikan setingkat SMA. Tetapi itulah pekerjaan yang akhirnya saya ambil karena semua lamaran pekerjaan saya tidak kunjung mendapat respon kecuali itu, menjadi pelayan restoran.

Tapi saya tidak menyesal. Karena banyak hal positif yang pada akhirnya dapat saya ambil selama bekerja sebagai pelayan restoran.

Selama tiga bulan pertama saya merasa babak belur, karena saya harus adaptasi dengan pekerjaan sebagai pelayan restoran. Pekerjaan ini membutuhkan tenaga luar biasa karena saya harus berdiri selama berjam-jam, menunggu konsumen datang, menawarkan menu, menyajikan menu hingga menyebar flyer.

Menangis dan seluruh badan terasa ngilu sepulang kerja menjadi makanan saya selama tiga bulan. Hingga akhirnya saya berkata pada diri sendiri, “ kamu boleh menyerah, tapi tidak sekarang!

Saya kembali semangat dan bangkit setelah adaptasi selama tiga bulan. Ada posisi di perusahaan yang ingin saya kejar, yaitu manajer cabang. Perusahaan akan membuka cabang baru dan Manajer area menawarkan saya posisi Manajer Cabang dengan syarat melihat performa saya satu bulan kedepan.

Tentu saya percaya diri, mengingat selama tiga bulan terakhir track record prestasi saya cukup bagus bahkan paling tinggi dalam hal meningkatkan jumlah penjualan. Saya rasa dengan bekal track record yang bagus dan ijazah Diploma dapat menjadi senjata ampuh saya untuk memperoleh jabatan tersebut.

Lagi - lagi saya harus kecewa, kejamnya dunia kerja saya rasakan juga. Posisi manajer cabang menjadi rebutan semua karyawan yang potensial, bukan hanya saya. Saingan saya bukan hanya sesama karyawan baru, tetapi juga karyawan senior yang sudah bertahun - tahun lamanya bekerja.

Gosip beredar yang mengatakan bahwa kerja saya tidak becus, tidak serius dan banyak “main-main” menghancurkan kesempatan saya memperoleh jabatan Manajer cabang. Saya sedih bukan main, siapa yang tega memfitnah saya? siapa yang menikung saya dengan cara tidak sehat? begini kejamnya kah dunia kerja?
Hilang sudah bara api semangat saya dalam bekerja. Apalagi yang ingin saya raih? tidak ada. Selama satu tahun lebih saya bekerja seperti zombie. Yang hanya bekerja karena kebutuhan finansial.

Minimarket Girls


Jenuh dengan situasi kerja yang tidak kondusif, saya mengundurkan diri dan melamar pekerjaan di Perusahaan Fashion Brand internasional. Alhamdulillah saya menjabat sebagai Chief atau kepala toko. Setelah dua tahun bekerja, saya memutuskan berhenti dan mencoba melamar ke perusahaan minimarket.

Selama bekerja di Minimarket ini saya belajar banyak tentang bagaimana menjadi Pemimpin dan bagaimana menangani karyawan yang “ngeyel”, mencuri hati karyawan agar mau bekerja dengan baik dan semangat , menangani tikus, menyusun barang agar tersusun rapi dan facing out ( yang akhirnya jadi kebiasaan saya sampai sekarang ), mengatur stok barang, manajemen keuangan minimarket, mempelajari SOP sampai berhadapan dengan preman.

Sama halnya dengan bekerja pertama kali di Restoran, selama bekerja di Minimarket ini juga mengalami konflik batik berkali - kali karena kelelahan dikejar deadline dan aturan perusahaan yang aduhai ketatnya. Terkadang ingin menyerah tapi kembali saya menyemangati diri sendiri dan berkali-kali saya berkata pada diri sendiri, “ kamu boleh menyerah kapan saja, tapi tidak sekarang”.

Dan ya, saya bertahan bekerja sampai hampir tiga tahun lamanya sebelum akhirnya menyerah karena saya merasa sudah cukup bekerja di bawah tekanan atasan dan rules yang kadang membuat saya merasa “gak waras”. Ditambah waktu itu kondisi psikologis saya agak terganggu karena suatu hal hingga akhirnya membuat saya tidak fokus dan banyak melakukan kesalahan termasuk melanggar peraturan. So, saya resign. Saya rasa saat itu adalah memang waktunya saya menyerah.

Gerbang Menuju Impian


Kosong dari pekerjaan selama satu bulan membuat saya kembali memikirkan jalan hidup saya dan apa yang ingin saya lakukan. Saya kembali merenungkan kembali impian saya dan berniat untuk mengejarnya. Saya memikirkan untuk kembali ke bangku kuliah, saya ingin mengambil kuliah desain tapi sayangnya tidak ada kelas karyawan.

Lamaran saya di perusahaan cat tembok berhasil diterima dan saya mulai bekerja. Promotion sales. yess. Saya kerja pakai motor setiap hari dan berkeliling mengunjungi toko material dan proyek bangunan. Saya menawarkan produk, mengumpulkan materi rewards dari pelanggan setia dan tentu saja memberikan edukasi tentang pengecatan.

Bekerja di perusahaan cat tembok ini membuka peluang saya untuk bertemu dengan orang - orang yang bekerja di dunia konstruksi yang secara tidak langsung menggiring saya menuju profesi impian saya sebagai Arsitek.

Saya belajar Sketchup 3D secara otodidak atas desakan salah satu klien cat tembok saya untuk membantunya dalam proyek yang sedang digarap. Hal ini akhirnya membuat saya semakin kuat ingin melanjutkan kuliah saya.

Dengan penuh keyakinan dan kesiapan, saya mendaftarkan diri di salah satu Universitas Swasta yang memiliki jurusan Pertanian di Bandung. Saya, berencana melanjutkan kuliah saya dari DII Unpad dulu untuk mencapai gelar S1 di Universitas yang baru. Tetapi ketika hendak memiliki jurusan, saya kembali memikirkan ulang, apakah saya yakin ingin mengambil lagi jurusan pertanian?

Setelah melihat flyer perkuliahan, saya melihat beberapa jurusan dan disanalah saya menemukan satu jurusan yang tanpa banyak berpikir akhirnya saya ambil. Arsitektur Lansekap.

Saya senang bukan main, cita-cita saya waktu kecil akhirnya dapat terwujud. Memang bukan Arsitek seperti yang saya bayangkan, tetapi menjadi Arsitek Lansekap juga dekat kok dengan impian saya. Merancang suatu kawasan dengan mempertimbangan unsur ekologis. Wah, ini sih gue banget coy!!! hihihi

Teman kuliah yang asyik, jam perkuliahan yang flexible dan bisa saya sesuaikan dengan pekerjaan saya juga dosen yang Masya Allah baik hati dan mendukung saya sepenuhnya. Ini sih udah bukan surga lagi, tapi super surga. Saya bersyukur sekali.

Tapi sayang seribu sayang, kali ini saya pun harus kembali ke pelukan quote favorite saya, “ kamu boleh menyerah kapanpun tapi tidak sekarang” dan saya terpaksa meninggalkan bangku perkuliahan yang hanya tinggal satu sidang terakhir sebelum akhirnya saya bisa menjadi Arsitek Lansekap seutuhnya.

Mengapa saya memutuskan berhenti? bukan keputusan mudah sebelumnya, tapi saya tidak punya pilihan karena berhubungan erat dengan masa depan anak saya yang pertama, Keenan. 


Menjadi Ibu dan menemukan Impian Baru

Setelah menjadi ibu, selama hampir 4 tahun lamanya saya tidak melakukan apapun yang berhubungan dengan impian saya. Peran baru saya ini mengharuskan saya fokus dengan anak dan suami.

Menggambar Pun hanya saya lakukan sebagai hobi melepas stress dan menjaga kewarasan. Ya, semua ibu pasti merasakan apa yang saya rasakan. Dibalik rasa bahagia dan bangga menjadi ibu, ada jutaan rasa lelah dan jenuh hingga terkadang ingin menyerah. Quote andalan saya tentu selalu saya pegang sebagai bara api semangat saya.

Tahun 2018, saya memutuskan untuk menulis semua pengalaman saya menjadi ibu kedalam sebuah blog. Ternyata ini berhasil membuat stress saya berkurang dan saya malah bertemu impian baru , yaitu menjadi Blogger.

Menjadi Blogger adalah impian diluar semua impian saya yang pernah saya miliki. Tidak pernah sekalipun saya bermimpi menjadi penulis apalagi mendapat penghasilan dari menulis. Tapi, disinilah saya sekarang.

Tapi saya bersyukur, semua impian saya menjadi ilmuwan, arsitek, ahli sejarah hingga seniman berkumpul menjadi satu dalam blog saya. Saya menulis topik-topik tersebut di dalam blog saya. Memang belum semuanya saya bahas, tapi secara perlahan saya menyusun konten dan menabung tema untuk saya bahas yang berkaitan dengan topik-topik profesi impian saya itu.

----------------------------------

Saya rasa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda, unik dan sama menariknya dengan saya. Selalu ada alasan dibalik semua keputusan dan pilihan. Terkadang kita tidak dapat melawan takdir tapi kita bisa berjalan berdampingan dengannya. Selama kita memang teguh prinsip dan quote yang kita miliki, kemanapun takdir membawa kita, kita pasti bisa melewati semuanya.






surat-untuk-diri-sendiri




Dear me,

Sejauh ini, kamu sudah melewati banyak hal hampir di seluruh hidupmu. Terlebih melewati amukan badai selama bertahun-tahun. Lantas kamu menjadi keras dan tangguh walau terkadang rapuh.

Tidak mudah menjadi dirimu. Berkali-kali mencoba memahami , mengerti lantas memaklumi. Pada akhirnya memang memaklumi, karena tidak ada pilihan lain. Hidup dalam kubangan penyesalan dan kekecewaan pun tidak ingin dilakukan. Satu-satunya jalan keluar adalah berusaha menjalani hidup senormal mungkin.

Menjadi seorang anak perempuan, anak pertama dan anak dengan toxic parents membuatmu sekuat baja tapi juga serapuh arang.

Lelahkah? jika lelah menangislah dan peluk erat dirimu.

Berkali-kali kamu jatuh dan jatuh, tapi kamu selalu bangkit. Walau harus berjalan terseok dengan menyeret paksa kaki agar mampu terus berjalan. Baik dulu maupun sekarang, kamu pun tetap seperti itu.

Marahkah? jika marah, sujud lah. Pinta padaNYA untuk meringankan sedikit beban di pundakmu dan rebahkan lelah hatimu, barang sebentar.

Kecewakah? jika kecewa, relakanlah. Walau masih bertahan dengan keraguan dan ketidaktahuan, tetaplah percaya…..betapa luas lautan cintaNYA. Rasakan cintaNYA dalam setiap tarikan nafas dan denyut nadi. Dalam setiap tatapan kosong ke atas langit biru dan angin yang bertiup perlahan menyapa helaian rambutmu di antara peluh keringat dan rasa lelah.

Dear me,

Terimakasih sudah bertahan dan berjuang sejauh ini. Aku tahu, lubang di hatimu masih tetap kosong dan hampa kerap dirasa. Meski malaikat kecil mengelilingimu kini dan punggung dengan bahu lebar selalu berada di sisimu siap memelukmu kapan saja. Isi lubang itu dengan sekali hembusan nafas, peluk mereka.

Peluk cintaNYA melalui mereka, yang sengaja DIA hadirkan sebagai hadiah atas kerja kerasmu bertahun - tahun lamanya.

Dear me,

Terimakasih sudah bertahan dan berjuang sendirian sejauh ini. Aku tau, terkadang rasanya tidak berbeda baik sekarang maupun dulu. Menerima pola yang sama dan rasa yang sama seakan percaya bahwa, naas dan derita menjadi garis takdirmu. Seakan kamu percaya, hidupmu sama kerasnya dengan mereka yang berjuang tapi tak pernah menang bahkan hingga ajal menjemput.

Walau demikian, percayalah ada senyum di wajah mereka….perjuangan mereka tidak sia-sia. DIA beri balasan setimpal di hari akhir nanti. Perjuangan mereka menjadi bekal bertemu denganNYA, coba resapi itu.

Pantaskah meminta perjumpaan tanpa perjuangan? tanpa pengorbanan hingga kamu layak bertemu denganNYA nanti?

ingat saja itu.

Wahai Bunda Khadijah, Bunda Fatimah…...semoga aku sekuat kalian wahai wanita yang selalu menjadi ibu bagiku dengan semua tauladan bagiku. Kesabaran kalian selalu menjadi cerminan bagiku.

Dear me,

Masa depanmu bukan saat ini dan bukan di dunia ini. Pertemuanmu denganNYA adalah masa depanmu. Kuatkan niat, raihlah cintaNYA dan bersabarlah. Setelah ini, badai ujian pasti akan selalu datang mendera lagi hingga ingin menyerah lagi dan lagi.

Saat rasa lelah kembali menyerang, berhentilah.

Jangan paksa lagi diri untuk bergerak maju dan melakukan hal yang malah membuat diri semakin merasa terpenjara. Jadilah diri sendiri dan jalani apa yang bisa membuatmu berjalan menuju masa depanmu.

Aku berharap, di akhir tujuan nanti … selain berjumpa denganNYA, atas ijinNYA kamu juga bisa bertemu Bunda Khadijah, Bunda Fatimah dan dia ….. dia yang seorang perempuan yang serapuh dirimu yang juga sama berjuang keras demi hidupnya, sama denganmu. Dia yang selama dua puluh tahun menjadi sahabat yang tak pernah luput dan lupa menyeretmu kembali padaNYA saat jatuh. Dia, sahabatmu.

Akan jadi perjumpaan yang indah bukan?

Ingatlah, semua perjuanganmu tidak akan sia-sia. Maka bersabarlah hingga DIA memintamu pulang, bersabarlah dan lakukan yang terbaik. Hanya tinggal sebentar lagi kamu pulang, pulang…...pulang.

Ingat selalu ini,

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak akan (sekali pun) menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Hud: 115)

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, seluruh hidup dan matiku; hanyalah kupersembahkan untuk Allah semata, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (al-An’am: 162—163)

dear me,

"Untuk semua kepedihan yang kau alami, bersabar dan bertahanlah, karena Allah tahu di mana batas kemampuanmu. Allah menjadikanmu seorang muslimah karena Ia ingin melihatmu di surga, yang perlu kamu lakukan adalah kamu pantas untuk itu."

Setelah puas menangis, angkat kepalamu, tarik nafas dalam-dalam lalu bangkitlah dan peluk cintaNYA seraya tersenyum dan berkata pada diri sendiri, “ aku bisa, aku bisa dan aku bisa “

#13daysblogspediachallenge #day1 #dearme